Review Hotel Mariat, Hotel Pertama di Kota Sorong

Bulan lalu saya melakukan perjalanan dinas ke Kota Sorong, Papua Barat. Ini adalah perjalanan dinas pertama saya ke pulau timur Indonesia. Excited tapi deg-degan juga karena sebelumnya sempat terjadi kerusuhan di Papua.

Rata-rata pesawat yang rute ke timur berangkat tengah malam. Ini pertama kalinya juga saya berangkat malam dan boarding pukul 00.00 pula, sungguh perjuangan agar tetap sadar. Saya takut pas lagi duduk nunggu boarding tiba-tiba tertidur karena saya anaknya moloran😂.

Enaknya zaman sekarang sudah ada pesawat direct Jakarta-Sorong jadi ga perlu capek-capek transit lagi. Waktu tempuh Jakarta-Sorong sekitar 3.30 jam dan ditambah dengan perbedaan waktu 2 jam sehingga tiba disana sekitar pukul 6.30 pagi.


Untuk perjalanan dinas kali ini, penginapan disediakan oleh panitia yang mengundang. Saya menginap di Hotel Mariat yang merupakan hotel pertama di Kota Sorong.

Hotel Mariat merupakan hotel bintang 3 yang berlokasi Jalan A.Yani No.1, Sorong. Sebelah hotel terdapat swalayan. Sebelahnya lagi selisih satu gedung dari hotel terdapat Mall. Jarak ke bandara dari hotel cuma 1,32 km dengan waktu tempuh sekitar 7 menit.

Dari luar kondisi bangunan hotel terlihat cukup tua. Awalnya saya kira hotel ini kecil karena bangunannya seperti ruko yang dijadikan hotel. Pintu depannya mungkin sekitar 4 ruko. Tapi ternyata saya salah. Hotelnya bukan cuma 4 ruko itu, tapi seluruh bagian atas ruko tersebut adalah hotelnya.

263453_15050512480027250452

Tampak depan hotel (sumber: https://www.agoda.com)

Kamar

Kesan pertama kali masuk kamarnya yaitu speechless. Ukuran kamarnya gede banget seperti family room.

Kamar yang saya tempati ini memiliki jendela dengan view jalan utama. Terdapat balkon tetapi di kaca ditempelkan anjuran untuk tidak membuka pintu jendela demi keamanan🤔.

Karena jendelanya langsung menghadap ke jalan sehingga kalau malam kedengaran suara luar. Saat menginap disana, bukan suara kendaraannya yang keras tapi suara rombongan orang lewat. Bukan cuma sekali, tapi beberapa kali. Gak tau itu rombongan apa, tapi cukup bikin kaget.

Mana habis kasus kerusuhan di papua lagi, jadinya deg-degan dengar suara rombongan begituan. Takutnya ada sesuatu😂😂.

Fasilitas yang didapat dalam kamar ada kursi santai, lemari, cermin, compliments 2 botol air mineral, kopi, teh, gula, teko pemanas air, tv, kulkas, serta safety box.

20190917_0833104350845571765139569.jpg

Kamar mandi

Kamar mandinya juga ga kalah luasnya. Terdapat shower dengan air hangat serta amenities kamar mandi lainnya. Sayangnya cuma disediakan satu handuk, mungkin karena sendiri kali ya🤔. Kalau handuknya ada dua, handuk satunya lagi biasanya saya gunakan buat sajadah😂.

Pintu masuk dan kamar mandi

Kamar mandi

Amenities bathroom

Air krannya agak sedikit berwarna, dugaan saya mungkin karena menggunakan air tanah. Seperti kebanyakan kota yang berada di pinggir laut, emang gak ekspektasi air tanah disini bakalan jernih banget. Tapi it’s okay, cukup bisa ditolerir dan masih aman.

Beraktivitas dengan menggunakan air berwarna sudah biasa saja bagi saya, bukan sesuatu yang mengagetkan. Waktu kecil dulu saya tinggal di kota yang air tanahnya jelek, berwarna dan berminyak. Tapi waktu kecil sih gak ngerasa itu aneh.

Buat masyarakat di kota-kota yang air tanahnya jelek seperti ini sebenarnya punyak hak loh untuk komplain dan menuntut ke pemerintah daerahnya buat disediakan akses air yang aman dan layak. Karena di dalam UU 23/2014, akses air bersih/minum termasuk bagian dari pelayanan dasar yang wajib disediakan pemerintah daerah, sama seperti pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah daerah punya yang namanya PDAM untuk menyediakan akses air bersih/minum. Dan keberhasilan PDAM sangat tergantung pada komitmen kepala daerahnya. Mau atau tidak kepala daerah menjadikan penyediaan air bersih ini termasuk dalam prioritas kebijakannya, bukan cuma pendidikan, kesehatan, dan jalan melulu😔.

It’s just for your information ya. Sekalian sharing-sharing karena ini bagian dari kerjaan saya hahaha. Back to main topic deh.

Pelayanan

Tips dari saya jika menginap disini, kalau ac kamar kurang dingin atau ada yang kurang dari kamarnya, segera lapor minta pindah kamar aja. Kalau ada masalah di kamar, sepertinya akan disampaikan bahwa teknisi akan datang memperbaikinya. Tapi berdasarkan pengalaman, kurang responsif dilayaninya, kelamaan nunggu teknisi datang. Soalnya si teknisi sepertinya jugs punya tugas untuk perbaiki satu gedung bila ada yang rusak🤷‍♀️.

Kesimpulan

Hotel ini cocok untuk yang menginap bareng keluarga. Kamarnya luas banget, tambah extra bed juga masih lapang. Harga per malamnya saya gak tau dengan pasti, tapi berdasarkan berbagai situs pencarian, harganya sekitar Rp500rb-an. Menurut saya harga segitu cukup normal untuk daerah timur.

Kalau ditanya akan balik lagi atau engga, jawabannya mungkin iya atau tidak tergantung apakah hotel lain kondisi airnya lebih baik atau sama saja.

2 thoughts on “Review Hotel Mariat, Hotel Pertama di Kota Sorong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s