Review Artikel: Faktor-Faktor Risiko Pada Proyek PPP Sektor Air Minum

JudulEvaluation and ranking risk factors in public-private partnership water supply projects in developing countries using fuzzy synthetic evaluation approach
Tahun2015
PenulisEffah Ernest Ameyaw, Albert P.C. Chan
Publikasi jurnalExpert Systems with Applications
Link artikelhttp://dx.doi.org/10.1016/j.eswa.2015.02.041

Tujuan

  1. Identifikasi dan evaluasi faktor-faktor risiko pada proyek PPP sektor air minum
  2. Menilai tingkat risiko pada proyek PPP air minum di negara berkembang

Metodologi

Identifikasi faktor-faktor risiko

Identifikasi menggunakan pendekatan kualitatif. Pertama, melalui analisis menyeluruh dari penelitian sebelumnya dan studi kasus pada 6 kerja sama air minum di Ghana yang meliputi proyek yang terhenti/dihentikan dan selesai/dalam operasi. Kedua, daftar risiko awal ditinjau lebih lanju dan diverifikasi oleh 3 akademisi/praktisi yang memiliki pengalaman dalam PPP. Untuk menggeneralisasi faktor dan karena tidak mungkin untuk memasukkan semua faktor risiko pada berbagai bentuk modalitas proyek, faktor-faktor tersebut dilakukan analisis lanjutan mendapatkan faktor-faktor risiko penting dan faktor risiko yang biasanya terdapat di negara-negara berkembang.

Survei kuesioner dan partisipan

Pengumpulan data menggunakan a ranking-type quetionnaire kepada para pelaku industri untuk mendapatkan feedback terhadap daftar 40 faktor risiko yang telah ditetapkan. Responden diminta untuk menilai probabilitas dan tingkat keparahan dengan skala nilai 1 (sangat rendah) sampai 7 (sangat tinggi).

Analisis Data

Hasil kuesioner dianalisis menggunakan SPSS 21.0. Analisis data yang dilakukan termasuk reability analysis, mean analysis, normalization, dan FSE analysis. Proses FSE analysis dapat dilihat pada gambar berikut.

Proses FSE analysis

Hasil

Analisis statistik awal menghasilkan 22 faktor kritis (critical risk factor-RCF) yang berdampak signifikan pada kerja sama air minum. Faktor-faktor ini dikategorikan ke dalam 3 faktor utama (principal risk faktor-PRF) yaitu finansial/komersial (8 faktor), hukum dan sosial-politik (8 faktor), dan teknis (6 faktor), yang membentuk variabel input untuk analisis FSE.

Faktor-faktor finansial meliputi foreign exchange rate, water theft, non-payment of bills, high operational costs, inflation rate volatility, interest rate, water pricing and tariff review uncertainty, dan financing and refinancing risk.  Risiko foreign exchange merupakan peringkat pertama yang memiliki dampak tinggi pada proyek infrastruktur di negara berkembang karena mismatch antara revenues dan currencies in investment/costs

Faktor-faktor hukum dan sosial meliputi corruption, political interference, supporting utilities (energy risk), political disconten t& early termination, conflict between partners, land acquition risk, public resistance to PPP, change in government & political opposition.

1. Faktor-faktor teknis meliputi Pipeline failures during distribution, lack of PPP experience, contruction time & cost overrun, poor contract design, design & construction deficiencies, Insufficient pr.operator performance during operation.

Dari penelitian ini diperoleh indeks risiko sebagai berikut.

Nilai index risiko proyek SPAM

Kesimpulan

  • Studi ini menunjukkan bahwa tingkat risiko PPP sektor air minum secara keseluruhan di negara-negara berkembang adalah tinggi (high risk level=4,78), atau menunjukkan bahwa proyek-proyek ini berisiko bagi pemerintah dan swasta. Studi ini mengkonfirmasi bahwa kategori risiko finansial/komersial adalah yang paling kritis (high risk level=4,91), kemudian hukum dan sosial-politik (high risk level=4,72), dan terakhir teknis (high risk level=4,67).
  • Pendekatan FSE untuk penilaian risiko dapat digunakan sebagai penyaringan awal untuk menetapkan faktor-faktor risiko yang memerlukan perhatian manajemen dan analisis lanjutan. Studi ini juga menunjukkan pendekatan FSE dapat digunakan untuk menganalisis secara sintesis kondisi lokal di suatu negara sebelum menyiapkan struktur proyek dan uji kelayakan.
  • Hasil penelitian ini adalah kerangka penilaian risiko multi-atribut dan dapat berfungsi sebagai alat evaluasi risiko untuk investor swasta, pembuat kebijakan, dan pembuat keputusan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s