Pengalaman ke Dokter SPKK di Pekanbaru

Sudah hampir 2 bulan terakhir sejak wajah saya tiba-tiba jerawatan cukup banyak. Setelah jerawatan akibat salah penggunaan sheet mask yang sudah pernah saya ceritakan pada postingan lalu, beruntun jerawat silih berganti bermunculan. Muncul, hilang, lalu muncul lagi, hilang lagi.

Makin lama makin susah kempesnya, sementara jerawat baru terus bermunculan. Mulai dari awalnya di pipi kiri, kemudian pipi kanan, dagu, bahkan jidat jerawatan. Tingkat keparahan pun sudah masuk kategori sedang (lebih dari 10 jerawat memerah dan berbekas).

Saya sebenarnya juga cukup percaya bahwa jerawat ini lama-lama juga bisa sembuh sendiri, karena sebelumnya saya memang tidak punya riwayat jerawatan yang parah. Namun, ketika bercermin saya semakin tidak sabaran dengan jerawat ini hahaha TT.

Saya yang masih awam permasalahan kulit ini, juga tidak mau sampai salah memilih jalan pengobatan. Saya pun memilih untuk ke expertnya, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SPKK), karena merekalah pihak yang paling berkompeten dalam hal ini.

Ini pertama kalinya saya ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin  di daerah saya Pekanbaru. Kebingungan saya yang pertama adalah memilih antara:

Dokter SPKK di Rumah Sakit atau Dokter SPKK di Klinik Kecantikan?

Karena kondisi saat itu masih pandemi dan saya juga masih takut untuk ke rumah sakit, saya pun memutuskan untuk ke klinik kecantikan (beauty clinic) yang ada Dokter SPKK. Saya akan merasa lebih aman dibanding ke klinik kecantikan yang penanganannya oleh dokter umum estetika.

Awalnya sempat ragu juga ke dokter karena adanya paradigma negatif “Ketergantungan Krim Dokter”. Namun keraguan ini jadi mendorong saya untuk mencari lebih informasi mengenai permasalahan kulit dan dokter SPKK.

Dari beberapa video youtube/blog/sosmed milik dr SPKK ataupun dari pengalaman pribadi yang saya lihat, disampaikan ternyata tidak semua krim dokter yang menyebabkan ketergantungan. Kalaupun ada, itu adalah ulah beberapa oknum yang memasukkan kandungan steroid dalam resep racikan krimnya.

Untuk beberapa kasus permasalahan kulit, steroid memang boleh digunakan, tapi tidak boleh dalam jangka panjang. Penggunaan krim bersteroid dalam jangka lama bahkan bertahun-tahun sangat berbahaya sekali dan merupakan penyalahgunaan.

Sayangnya saya baru dapat banyak informasi malah setelah pergi ke dokter. Habis itu Jadi nyesel banget karena kurang maksimal saat konsultasinya. Banyak pertanyaan yang harusnya dapat diajukan ke dokter. Banyak juga miss persepsi ketika saya pergi ke Beauty Clinic Dokter SPKK, sampai saya kesel sendiri sama kebodohan ini wkwk.

Oleh karena itu, saya ingin membagikan pengalaman saya ini saat ke salah satu Beauty Clinic di Pekanbaru yang cukup terkenal. Ada 3 hal penting yang harus diketahui teman-teman yang berencana ke dokter SPKK yaitu:

1. Persiapkan Pertanyaan Konsultasi

Beauty clinic yang saya datangi ini ternyata ramai sekali. Butuh waktu 1 jam lebih menunggu giliran masuk ke ruang konsultasi. Karena banyaknya antrian pasien, dokter hanya menjelaskan seperlunya saja. Maka dari itu, kitalah yang harus aktif bertanya.

Tidak usah sungkan bertanya karena itu merupakan hak pasien. Contoh pertanyaan yang bisa diajukan misalnya:

  • Perawatan apa saja yang harus dilakukan? Apa fungsinya? Apa efek sampingnya?
  • Berapa lama harus perawatan dengan dokter? Berapa kali kontrol?
  • Kalau misalnya diberikan krim/obat, tanyakan berapa lama harus menggunakannya? Apa bahan aktif yang ada di dalam krim tersebut? Apakah ada efek samping?
  • Selain itu, bisa tanyakan apa saja penyebab jerawat meradang? Makanan apa yang harus dihindari agar tidak memperparah kondisi?

Baca juga: Review Bio Oil Setelah 1,5 Bulan Pemakaian, Ternyata Bisa Mengempeskan Jerawat

2. Untuk Pembelian Pertama, Harus Mengambil Paket Krim

Di klinik tersebut sebenarnya menyediakan 2 pilihan, treatment (seperti peeling dll) atau perawatan krim. Dokter juga menyarankan untuk dibarengi juga dengan treatment agar hasil lebih maksimal. Tapi saya hanya memilih untuk krim saja dulu mengingat kantong yang bakalan meringis kalau semua saran diturutin TT.

Ketika dokter mengatakan akan memberikan krim, saya pikir hanya 1 atau 2 krim saja yang khusus untuk mengurangi radang jerawat. Ternyata pada konsultasi dan pembelian pertama, harus mengambil paket krim semuanya (face wash, toner, day cream, acne cream, dan night cream) dengan total biaya Rp 300rb-an. Tidak bisa hanya mengambil acne creamnya saja.

Awalnya kaget dan kesal karena saya tidak terinformasikan paketan krim ini sedari awal. Apa memang biasanya di beauty clinic lain seperti ini juga ya harus mengambil semua paket krimnya? Ternyata biaya perawatan kulit memang semahal itu ya, baik obatnya maupun treatmentnya. Masih ada gak sih yang murah meriah? ☹

Paket krim perawatan dari klinik kecantikan

3. Tidak Ada Rincian Resep dr SPKK Beauty Clinic

Bagi teman-teman yang mengharapkan dapat mengetahui rincian resep/kandungan obat/krim yang diberikan oleh dokter SPKK di Beauty Clinic, sayang sekali karena tidak ada resepnya. Krim disediakan langsung di klinik tersebut dan akan sulit mendapatkan informasi kandungannya dari petugas bagian obat tersebut.

Maka dari itu penting untuk menanyakan bahan aktif/kandungan krim saat kita konsultasi langsung dengan dokter. Mengetahui kandungan krim akan membuat kita lebih hati-hati dan bisa riset informasi manfaat dan risiko lebih detail masing-masing kandungan di internet. Jangan sampai terlewat tanyakan hal ini ya!

Day cream racikan dokter

Sebenarnya ada gak sih dokter SPKK yang kasih resep yang bisa kita baca kandungannya?

Dari informasi yang saya temukan, ternyata ada loh dokter yang kasih resep. Biasanya dokter SPKK yang praktek di rumah sakit pemerintah/swasta, memberikan resep obat untuk kita tebus di apotek. Nah, di resep obat tersebut tertulis obat yang diberikan apa saja, atau racikan krim yang diberikan mengandung apa. Kalau kita gak bisa baca tulisan dokternya, bisa kita tanyakan ke orang apoteker maksud tulisannya.

Oh iya, beberapa sumber juga mengatakan biaya pengobatan dan biaya obat di rumah sakit pemerintah juga lebih murah. Sayang banget saya telat tahu informasi ini TT.


Hasil setelah pemakaian krim dokter selama 3 minggu

Meski awalnya rada malas-malasan untuk pakai serangkaian krim ini, akhirnya saya pakai juga mengingat sudah terlanjur duit dikeluarkan wkwk. Isi creamnya sedikit, belum sebulan acne cream saya udah mau habis, padahal itu juga saya pakai sekali sehari dari yang disarankan pemakaian 2x sehari.

Setelah pemakaian cream ini, gak instan langsung jerawat mengempas radangnya. Untuk jerawat yang gak pecah, butuh sekitar seminggu hingga radangnya hilang. Jerawat baru juga masih bermunculan. Yang paling parah di jidat, muncul banyak dan meradang hingga berhari-hari. Akhirnya karena udah cukup mengganggu dan sakit ketika sujud, saya upayakan untuk percepat meletusnya :)). Setelah keluar nanahnya baru deh agak kempes. Tapi gak langsung kempes masih meradang sedikit berhari-hari dan meninggalkan bekas bopeng ☹.

Di minggu ke tiga ini, jerawat di pipi dan dagu udah kempes dan sisa satu dua yang masih kerasa meradang tapi didalam kulit. Kulit udah hampir rata lagi, meskipun masih ada bekas-bekas merah jerawat. Jerawat di jidat udah juga mulai ada progres, meski belum sepenuhnya radang kempes.

Hasilnya emang gak instan, tapi ada sih menunjukkan progres. Mungkin ada salah saya juga sih yang harusnya pakai cream 2 kali sehari, tapi saya pakainya cuma sekali pas malam doang.

Saya sadar pengobatan jerawat emang gak bisa cepet. Malahan kalau yang cepet gitu mengkhawatirkan, takut ada racikan yang dosisnya berlebihan. Baiknya juga harus di kontrol berkala ke dokter agar perawatan krim selanjutnya dapat diatur ulang dosisnya. Semoga minggu ke-4 nanti radang jerawat ini bisa terhempas semua deh huhuhu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s