Perencanaan Unit Transmisi

Tahapan selanjutnya setelah menyusun perencanaan unit air baku adalah perencanaan unit transmisi.

Ada 2 jenis pipa transmisi yaitu (Permen PU 18/2007):

  1. Jaringan Pipa Transmisi Air Baku adalah ruas pipa pembawa air dari sumber air sampai unit produksi
  2. Jaringan Pipa Transmisi Air Minum adalah ruas pipa pembawa air minum dari unit produksi/bangunan penangkap air sampai reservoir atau batas distribusi

Beberapa hal yang perlu disampaikan dalam kajian ini meliputi (Toolkit Bappenas):

  • Rencana panjang pipa transmisi dan wilayah-wilayah yang terlewati oleh pipa transmisi.
  • Kendala pemasangan pipa transmisi terkait lahan dan perlintasan-perlintasan.
  • Jenis pompa dan skematik sistem pemompaan air baku.

Data perencanaan diperoleh dari survei dan pengkajian wilayah studi. Panjang pipa dan kondisi topografi diketahui berdasarkan pembacaan peta.

Prinsip Desain

Beberapa prinsip desain yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Perencanaan teknis unit transmisi harus mengoptimalkan jarak antara unit air baku menuju unit produksi dan/atau dari unit produksi menuju reservoir/jaringan distribusi sependek mungkin, terutama untuk sistem transimisi distribusi (pipa transmisi dari unit produksi menuju reservoir). Hal ini terjadi karena transmisi distribusi pada dasarnya harus dirancang untuk dapat mengalirkan debit aliran untuk kebutuhan jam puncak, sedangkan pipa transmisi air baku dirancang mengalirkan kebutuhan maksimum.
  2. Pipa transmisi sedapat mungkin harus diletakkan sedemikian rupa dibawah level garis hidrolis untuk menjamin aliran sebagaimana diharapkan dalam perhitungan agar debit aliran yang dapat dicapai masih sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Dalam pemasangan pipa transmisi, perlu memasang angker penahan pipa pada bagian belokan baik dalam bentuk belokan arah vertikal maupun belokan arah horizontal untuk menahan gaya yang ditimbulkan akibat tekanan internal dalam pipa dan energi kinetik dari aliran air dalam pipa yang mengakibatkan kerusakan pipa maupun kebocoran aliran air dalam pipa tersebut secara berlebihan.
  4. Sistem transmisi harus menerapkan metode-metode yang mampu mengendalikan pukulan air (water hammer) yaitu bilamana sistem aliran tertutup dalam suatu pipa transmisi terjadi perubahan kecepatan aliran air secara tiba-tiba yang menyebabkan pecahnya pipa transmisi atau berubahnya posisi pipa transmisi dari posisi semula.
  5. Sistem pipa transmisi air baku yang panjang dan berukuran diameter relatif besar dari diameter nominal ND-600 mm sampai dengan ND-1000 mm perlu dilengkapi dengan aksesoris dan perlengkapan pipa yang memadai.

Aksesoris dan Perlengkapan Unit Transmisi

Berikut ini adalah aksesoris dan perlengkapan penting dan pokok pada Sistem Transmisi.

Aksesoris/perlengkapanfungsi
Katup pelepas udara
(air valve)
melepaskan udara yang terakumulasi dalam pipa transmisi, yang dipasang pada titik-titik tertentu dimana akumulasi udara dalam pipa akan terjadi
Katup pelepas tekanan
(pressure valve)
melepas atau mereduksi tekanan berlebih yang mungkin terjadi pada pipa transmisi.
Katup penguras
(wash-out valve)
menguras akumulasi lumpur atau pasir dalam pipa transmisi, yang umumnya dipasang pada titik-titik terendah dalam setiap segmen pipa
transmisi
Katup ventilasi udaraperlu disediakan pada titik-titik tertentu guna menghindari terjadinya kerusakan pada pipa ketika berlangsung tekanan negatif atau kondisi vakum udara
Permen PU 18/2007

Kriteria Desain

UraianNotasiKriteria
Debit perencanaanQmaxKebutuhan air hari maksimum
Q max = F max x Q rata-rata
Faktor hari maksimumFmax1,10 – 1,50
Jenis saluranPipa atau saluran terbuka*
Kecepatan aliran dalam pipa
a) Kecepatan minimum
b) Kecepatan maksimum
– Pipa PVC
– Pipa DCIP

V min

Vmax
Vmax

0,3-0,6 m/s

3,0-4,5 m/s
6,0 m/s
Tekanan air dalam pipa
a) Tekanan minimum
b) Tekanan maksimum
– Pipa PVC
– Pipa DCIP
– Pipa PE 100
– Pipa PE 80

H min
H max




1 atm

6-8 atm
10 atm
12,4 MPa
9,0 MPa
Kecepatan saluran terbuka
a) Kecepatan minimum
b) Kecepatan maksimum

Vmin
Vmax

0,6 m/s
1,5 m/s
Kemiringan saluran terbukaS(0,5-1) 0/00
Tinggi bebas saluran terbukaHw15 cm (minimum)
Kemiringan tebing terhadap dasar saluran45o untuk bentuk trapesium
*Saluran terbuka hanya digunakan untuk transmisi air baku
Sumber: Permen PU 18/2007

Kelengkapan dalam Perancangan Sistem Transmisi

  1. Survei dan pengkajian sub unit transmisi air baku meliputi:
    • penyelidikan tanah
    • survei topografi
    • survei lokasi sistem
  2. Perhitungan perancangan teknik sub unit transmisi air baku dan air bersih meliputi:
    • Perhitungan hidrolis pipa
  3. Desain dan gambar
    • gambar denah (layout)
    • gambar lokasi
    • gambar detail jaringan transmisi.

Pompa Sistem Transmisi

Debit pompa transmisi air minum ke reservoir ditentukan bardasarkan debit hari maksimum. Periode operasi pompa antara 20–24 jam per hari.

Debit (m3/hari)jumlah pompa aktif / cadangan
sampai 2.8001 / 1
2.500 – 10.0002 / 1
lebih dari 90.000lebih dari 3 / 1
Permen PU 18/2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s