Arsip Penulis: Ika Artika

Segmen baru: Serba-Serbi Cerita!

Halo semuanya!! Sudah 3 bulan tidak update tulisan di blog ini. Banyak sesuatu penting yang harus dikerjakan untuk masa depan yang lebih baik. Dan sungguh tidak mudah membagi waktu untuk menyambi menulis blog. Hiks. Baca lebih lanjut

Membandingkan Cara Buang Sampah Rumah Tangga di Indonesia dengan Negara Lain

Ketika kamu mau buang sampah dan lihat ada 2 jenis tong sampah, organik dan anorganik, sedangkan sampah kamu adalah plastik bungkus makanan, apa yang akan kamu pilih? Baca lebih lanjut

Pengalaman Naik Berat Badan 7 kg dalam 3 bulan

Waktu kecil, Aku dan abang selalu bagai angka 10. Aku si angka satunya karena selalu kurus dan Abang si angka nolnya karena selalu gemuk. Mungkin masa-masa dimana aku masih disebut berukuran tubuh ideal hanya dari bayi sampai balita. Kenangan yang diingat setelahnya aku selalu dicap bertubuh kurus. Baca lebih lanjut

5 Startup di Bidang Pengelolaan Sampah

Dari ketidaksengajaan menonton seseorang di youtube kemudian memunculkan rasa penasaran sehingga menelusuri rekam jejaknya dan bisnis startup yang digelutinya, lalu berakhir dengan menemukan fakta bahwa startup yang dimilikinya masuk salah satu peserta kompetisi Go Startup Indonesia (GSI). Baca lebih lanjut

100% Berhasil! Ini Cara Mengubah Domain WordPress menjadi .com untuk Pemula

Beberapa waktu yang lalu aku ikut lomba blog untuk menuliskan artikel tentang suatu produk minuman. Ini lomba pertama yang aku ikuti dan aku belum pernah punya pengalaman sama sekali. Beberapa waktu berlalu akhirnya pengumuman keluar juga. Hasilnya? Tentu saja aku tidak menang di percobaan pertama ini. Baca lebih lanjut

One Day Trip Jakarta: Ngebolang di Ragunan + Gowes Sepedaan Gratis di Monas

Jadi ceritanya dua minggu yang lalu aku dan temanku mau jalan-jalan murah di Jakarta. Kriteria tempat yang ingin kita datangi adalah murah dan bisa dijadikan juga objek untuk latihan motret. Akhirnya terlintaslah kebun binatang ragunan.  Dan tentu saja aku senang bisa dapat banyak model dan objek untuk latihan motret aku, apalagi kalau bukan aneka satwa ragunan.

Salah satu targetku untuk blog ini ke depannya adalah memperbanyak postingan tentang one day trip. Selain membagikan momen trip, aku juga ingin memberikan informasi bermanfaat buat teman-teman. Makanya di tulisan ini akan aku tuliskan secara rinci cara aku mencapai lokasi tersebut, waktu tempuh, dan biaya yang dikeluarkan biar teman-teman yang senasib baru mulai merantau di ibukota bisa punya banyak referensi jalan-jalan menarik.

Bagi aku penting buat memprediksi kondisi jalanan apalagi ini di Jakarta bung. Untuk kedua tempat itu aja ternyata kita habis waktu seharian. Sengaja pergi pagi biar pulang sore, tapi ujung-ujungnya pulang malam juga.

Yak kita mulai saja.

20181229_035108_0000.png

***

TIPS FOR NEW DAY-TRIPPER!

Tips jalan-jalan murah di Jakarta yang pertama adalah gunakan transportasi umum untuk tujuan perjalanan jauh. Gunakan aplikasi Trafi Jakarta untuk mendapatkan info halte TransJakarta terdekat dan transportasi umum lainnya (kereta, bus, angkot). Di aplikasi ini kita bisa tau kode busway yang harus dinaiki dan jalur yang akan kita tempuh untuk menuju ke lokasi tujuan.

TrafiJakarta

situs trafi.com

Pukul 9.00 kita janjian bertemu di Terminal Blok M. Pagi itu terminal gak terlalu ramai. Syukurnya ada bus langsung ke ragunan jadi kita gak perlu transit, turunnya juga langsung di depan ragunan. Perjalanan sekitar 45 menit, agak ramai lalu lintas tapi gak macet.

Kebun Binatang Ragunan

Nyampe Cus langsung ke loket. Ternyata masuknya harus pakai e-money bank DKI (JakCard). Jadi di loketnya kita beli JakCard dulu seharga 35rb yang didalamnya ada saldo 20 rb. Nanti kita masuknya tap ke mesin pake kartu itu, satu kartu bisa dipakai banyak orang, asal saldonya mencukupi aja. Ongkos masuknya tiap orangnya cuma 4 rb rupiah saja dan langsung dipotong dari saldo JakCard. Murah meriah ya!

Keren yak sistem masuknya udah beralih ke sistem cashless. Ini juga membuktikan bahwa udah ada sinergi antar instansi di jakarta, memberdayakan bank daerah untuk sistem pembayaran fasilitas umum di Jakarta. Semoga makin banyak juga daerah lain yang mengikuti seperti ini.

Lanjut.

Hari sabtu adalah  hari liburnya sejuta umat dan tentu saja ragunan ramai hari itu. Banyak pengunjung anak-anak beserta ayah ibu yang menemaninya, banyak pengunjung muda-mudi juga tapi ga sebanyak yang bawa keluarga.

Salah satu fasilitas yang menarik di ragunan tersedia penyewaan sepeda! Ada sepeda tandem juga, cocok nih buat pasangan. Pilihan sepeda tandemnya ada yang untuk 2 orang dan 3 orang, anak-anak juga bisa pakai. Sayangnya kita terlambat beberapa menit, sudah habis ludes semua sepeda dipinjam. Bayarnya juga cukup murah kok, cuma 10rb untuk sepeda tunggal dan 15 rb untuk sepeda tandem selama satu jam pertama.

 

IMG_20181209_103604.jpg

Peta kebun binatang ragunan

IMG_1825

“Ayo kawanku, ayo kita pergi, ayo kita kesana, ku yakin kita bisa. Mau kemana kita?”

 

Jadi di ragunan kita ngapain aja?

Makan, lihat-lihat hewan, motret-motret. Diulangi aja terus ketiga hal itu sampai kaki udah gempor buat jalan.

Practice makes perfect.

Bener kali bah ni pepatah! Butuh banyak latihan untuk menghasilkan sesuatu yang hebat. Coba, coba lagi, coba terus.

Awalnya selalu pake kamera mode auto, tapi kok ga puas ya sama hasilnya, kemudian beralihlah ke mode manual. Pas dicoba pertama pusing, ga ngerti dan malah hasil fotonya lebih jelek.  Tapi setelah pemakaian kamera kesekian kalinya, akhirnya tau juga fungsi dan cara memainkan segitiga exposure, aperture, shutter speed, dan iso. YEAHHH!

Nah, ini dia hasil foto momen jalan-jalan ke ragunan dari seorang amatiran.

IMG_1663

“Halo kenalkan, namaku Sita. Lengkapnya…. Sitatunga. Dan aku bukan kancil ya”

IMG_1682

“Bro, tutupi gue ya, gue malu nih banyak yang liat”

IMG_1732

“APA??? TANGGAL 31 GAK LIBUR?!!”

IMG_1746

“Sedih akutuuu, senin mesti masuk kerja”

IMG_1821

“Hoaaam, ini hari libur, lanjut bobok lagi ah”

IMG_1811.JPG

Yaak, tahan posisi, 1…2… *cekrek*

IMG_1838

Di depan kerumunan angsa adalah spot legend buat berfoto

Di setiap depan kandang terdapat papan informasi mengenai satwa, lengkap mulai dari asal-usul sampai status kepunahan. Dibaca ya gaes supaya nambah wawasan.

IMG_1737

“Oh jadi badak jawa itu satu marga dengan…

Kemudian kita juga mampir ke kandang unggas raksasa, sekalian mau ngadem juga dari teriknya matahari.

IMG_1775

IMG_1791

IMG_1783

IMG_1806

IMG_1789

Gimana gimana? Hmmm lumayanlah ya buat pemula.

Nah, salah satu poin yang aku perhatikan kalo jalan-jalan adalah fasilitas masjid/mushollanya. Aku senang di ragunan ini fasilitas masjidnya udah oke, airnya bersih, masjidnya nyaman dan cukup besar muat untuk menampung pengunjung. Penujuk masjidnya udah ada cuman rasanya kurang banyak dan papan panahnya ga tepat.

Hampir kelewatan, ada lagi ni yang menarik.

IMG_1830

Be aware! Kalau nyampah sembarangan di Jakarta ternyata dendanya 500rb loh

After thousands steps, gak disangka kita udah muter-muterin ragunan hampir 4 jam. Pas liat jam tangan udah menunjukkan jam stengah 3 sore aja. Baru deh habis itu ngerasa kaki udah tepar kebanyakan jalan. Tapi perjalanan gak bisa berakhir disini, kita masih ada rencana tempat lain yang mau dikunjungi. Yaudahlah gas aja, biar capeknya sekalian.

Next, naik TJ lagi dari ragunan ke monas sekitar 45 menit lagi.

MONAS!

Habis dari ragunan kita lanjut ke Monas dengan tujuan utama main sepeda! Dah dari udah lama juga sih ini rencananya mau main sepedaan di monas, tapi gagal terus beberapa pekan ini monas dipakai acara.

Di area Monas terdapat 2 jenis tempat peminjaman sepeda. Pertama, langsung ke petugas peminjaman dengan meninggalkan ktp. Kedua, lewat aplikasi GOWES, download dulu aplikasinya di playstore ya.

Nah, kedua tempat peminjaman sepeda ini berbeda pengelola.

Untuk peminjaman sepeda pakai ktp bisa ditemukan di gerbang masuk utama. Sepeda pinjamannya warna orange.

Untuk GOWES, spot-spot peminjaman sepeda bisa dengan ditemukan dekat gerbang masuk utama monas yang dekat patung kuda dan gerbang masuk monas yang dekat stasiun gambir. Tapi petugasnya cuma ada di spot dekat gerbang masuk monas. Sepeda pinjamannya warna kuning ungu. Untuk membuka gembok sepedanya hanya bisa dengan cara scan barcode yang ada di sepeda.

Gowes

Situs gowes.id

IMG_20181209_181531.jpg

Barcode yang terdapat di sepeda discan lewat aplikasi GOWES

Peminjaman sepeda ini GRATISSS! Kudu dimanfaatkan kalau main-main ke monas ya gaes. Dan untung pertama kalinya, kita berhasil mengelilingi monas! Ga capek sama sekali karena tentunya keliling pakai sepeda, sampai-sampai kita mutarin monasnya 2 kali!

 

Bahagia itu sederhana ya, cukup ketika bisa sepedaan sambil ketawa lepas. Ketawa sambil mengingat masa-masa bahagia waku kecil dulu main sepeda bareng teman keliling komplek.

IMG_1863

“Sepeda aja punya pasangan, kamu kapan?”

D-12: Rekomendasi 5 Vitamin dan Herbal untuk Jaga Kesehatan

Beberapa hari yang lalu, saya liat sebuah postingan di instagram yang kurang lebih isinya begini: Baca lebih lanjut

D-11: Satu-satunya barang yang dikoleksi di rumah

Apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar barang koleksi?

Sesuatu yang mahal?
Sesuatu yang unik?
Sesuatu yang antik?

*Sepersekian menit kemudian sadar kalau dirumah gak punya barang koleksi seperti*

Menurut saya barang koleksi tidak harus sesuatu yang seperti itu. Kalau ditelisik lagi, barang koleksi bisa juga diartikan barang yang kita kumpulkan karena dianggap bernilai lebih. Nilai tidak hanya diukur dari materinya tapi juga isinya.

Ini satu-satunya benda yang terlintas di benak saya ketika mendengar kata barang koleksi. Beberapa punya saya dan saudara, tapi sebagian besar punya orangtua. Ini dia benda sederhana yang kita semua miliki:

Buku

Apalagi yang lebih bernilai tinggi dibanding ilmu. Dan buku adalah salah satu sumber ilmu yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ya, hari ini saya mau bercerita tentang kisah buku di rumah.

Ada dua lemari kaca besar di rumah untuk menyimpan buku-buku semua penghuni rumah.

Satu lemari berisi buku-buku sekolah kami dari sekolah dasar sampai SMA. Terakhir tahun lalu saya lihat masih begitu, gak tau kalau sekarang buku sekolahnya nya masih disimpan atau tidak.

Cepatnya berganti kurikulum menyebabkan buku sekolah juga cepat berganti. Pas saya dulu dapatnya kurikulum KBK dan KTSP, pas adik saya udah ganti jadi kurikulum 2013. Bukunya pun beda jauh, buku sekolah saya dulu penuh dengan latihan soal, buku adik saya semua mata pelajaran digabung jadi satu buku.

Semua buku-buku sekolah dari zaman anak pertama dan terakhir masih disimpan rapi di lemari kaca itu. Mau disumbangin ke anak sekolahan sekarang gak kepakai juga, tapi kalau dibuang sayang. Ah dilema.

Kalau ada yang tau tempat menyumbangkan buku di pekanbaru atau saran bukunya diapain (selain dijual ke tukang loak), please kabari ya.

Nah lanjut ke lemari kaca kedua.

Lemari kaca kedua ini berisi buku-buku agama koleksi orang tua.  Dari buku yang setipis buku saku hingga bukut tebal dengan banyak seri-seri seperti kitab bulughul maram. Sudah seperti punya perpustakaan mini saja di rumah.

Saya tidak tau banyak kisah-kisah hadirnya buku ini karena waktu itu saya sudah berkuliah di bandung. Tau-tau pas pulang libur semesteran udah banyak aja buku agama dan setiap saya pulang libur semester buku-buku di lemari kaca ini semakin banyak.

Niat itu ada, pengen coba baca buku-buku agama agar pengetahuan beragama ga sebatas ‘katanya orang dulu’ atau ‘biasanya begini’,  walau judul dan isi bacaan nya terlihat berat. Tapi gengsi dan malas masih gede. Ya mungkin saja suatu hari kesempatan itu ada.

 ***

Makasih udah baca sampai sini, ternyata ga mudah konsisten buat nulis dan mikirin konten. Hiks. Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk dapatkan notifikasi postingan terbaru dari blog ini!

D-10: Nostalgia 5 Film/Drama Keren Berkesan Dari Jepang, Korea, dan Barat

Sudah lama rasanya tidak membaca buku yang ringan. Terakhir punya novel-novel remaja teenlit itu saat SMA. Masih ingat dulu kalo udah punya buku baru rasanya pengen dilahap habis dalam satu hari. Tapi sekarang mulai pilih-pilih ingin bacaan yang ada ‘isinya’. Tapi mata gak bisa bohong, baru baca-baca berapa halaman sudah mengantuk. Akhirnya dalam satu bulan ini belum ada buku baru yang selesai dibaca.

Ada beberapa buku favorit yang menurut saya bacanya gak bikin ngantuk. Jadi langsung saja mereka adalah…
.
.
Tidak ada.

Kena deh. Wkwk.

Kan dah jelas judulnya film.

Kalau disuruh pilih, saya lebih suka nonton dibanding baca. Alasannya karena kena cahaya layar monitor gak bikin mudah ngantuk. Itu aja.

Kenal film-film luar itu sejak SMA. Mulai dah tuh ngerti sama yang namanya download film bajakan. Ingat banget dulu kecepatan download wifi di rumah cuma 50-80an kbps, kegiatan pulang sekolah download filem dulu sejam sampai dua jam. Dulu streaming belum sekencang sekarang, belum ada kuota unlimited. Wifi masih mahal dan kuota internet wifi cuma 1 gb/bulan, kalau kelebihan kena tambahan bayar/internet nya jadi lemot.

Back to that time, ada 5 film atau drama yang berkesan sampai sekarang. Tontonan favorit saya kala itu drama-drama jepang lalu naik kelas ke film barat.

1. Shawsank redemption

shawshankredemptionmovieposter

Posisi kedua ditempati oleh shawsank redemption. Nah, yang ini bukan drama melainkan film barat.

Film in bercerita tentang seorang banker yang menjadi tersangka pembunuhan istrinya. Akhirnya banker ini kalah di persidangan dan masuk penjara paling ketat di negara itu yang bernama shawsank.

Yang keren dari film ini adalah bagaimana si banker tersebut menghadapi kerasnya kehidupan di penjara namun tidak pernah putus harapan untuk bisa keluar dari penjara itu karena memang sebenarnya bukan dialah yang bersalah. Selain itu ada lagi cerita bagaimana perjuangannya mengusulkan kepada kelapa penjara agar diberikan fasilitas perpustakaan dan buku-buku di penjara tersebut dan mengajar para tahanan lainnya disana.

Nah ini part yang paling bikin deg-degan. Pada suatu pagi, diketahui si banker menghilang dari selnya. Sel masih dalam keadaan terkunci dan rapi tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Seisi penjara terkejut tidak bisa menemukan jejak si banker ini.  Bagaimana caranya dia menghilang menjadi misteri keren yang harus ditonton dalam film ini! Top markotop lah bikin penasarannya.

Setelah ini, list berikutnya akan diisi dengan drama.

2. 1 Litre of tears

200px-1_litre_of_tears_series

Sesuai judulnya, drama ini akan membuat kamu termewek-mewek melihat tokoh utamanya yang sakit keras namun tetap semangat hidup. Tau sinetron buku harian nayla? Nah itu adalah adaptasi dari drama jepang berjudul 1 Litre of Tears ini.

Yang berkesan dari drama ini adalah semua aktor disini benar-benar menghayati perannya. Biasanya saya nonton drama sedih gak gampang ikutan nangis, tapi nonton drama ini saya ikutan sedih juga untuk pertama kalinya.

Adegan nangisnya disini elegan, ga ada tangisan teriak-teriak, meraung-raung, atau semacamnyalah. Saking kerennya ni drama, gi tokoh utamanya belum nangis, penontonnya udah nangis duluan. Aktornya baru ngeluarin air mata dikit aja, penonton nangis bombay terisak isak.

3. Tokyo dogs

tokyo_dogs

Ini adalah drama jepang genre detektif. Nonton ini gara-gara ada shun oguri, si aktor yang sering peranin tokoh-tokoh yang cuek ga banyak omong tapi peduli. J-drama ini menceritakan tentang 2 orang detektif dimana tiap episodenya mereka memecahkan kasus yang berbeda-beda.

Selain mereka berdua, ada seorang perempuan yang amnesia dan ikut juga membantu menyelesaikan kasus sambil dia menemukan kembali ingatannya yang hilang. Kesimpulannya, film detektif ga pernah mengecewakan!

4. Galileo

2ilbs5w

Lagi-lagi ini juga drama jepang genre detektif, tapi yang ini lebih spesial. Dari judulnya bisa ketahuan kan kalo j-drama satu ini berkaitan dengan ilmu fisika.

Jadi drama ini menceritakan seorang fisikawan yang diminta bantuannya untuk memecahkan berbagai kasus kejahatan. Mulai dari kasus pembunuhan biasa sampai kasus yang dikira ada ilmu mistisnya. Selama menyediliki kasus dia bekerja sama dengan detektif perempuan yang gak kalah kerennya juga.

 

Pokoknya gilaklah si fisikawan ini bisa mengungkap berbagai kasus yang dianggap mistis menjadi logis tersebut dengan menganalisisnya rumus-rumus fisika itu. Drama galileo ini udah punya 2 session.

5. Signal

250px-signal_korean_drama

Nah yang satu ini beda, punyanya k-drama, tapi tetap pilihannya genre detektif. K-drama ini menceritakan tentang seorang detektif di masa kini yang bisa berhubungan dengan detektif masa lampau melalui walkie talkie. Kedua detektif ini kemudian bekerjasama untuk menyelesaikan kasus-kasus puluhan tahun yang belum terselesaikan hingga masa kini dan mencegah kejahatan tersebut terjadi.

Tidak semua kasus dapat benar-benar diselesaikan dengan baik. Ternyata setiap detektif baru yang spesial criminal profiler memberi bantuan kepada detektif lama untuk menyelidiki kasus tersebut, maka kejadian di masa detektif saat ini juga akan berubah. Cerita baiknya adalah detektif lama bisa dapat menyelamatkan korban. Tapi tidak  semua berakhir dengan cerita baik, ternyata kejahatan tidak benar-benar bisa dicegah, korban tetap ada walaupun dengan orang yang berbeda.

Insight yang didapat dari menonton ini bahwa kita tidak bisa mengubah takdir. Bagaimana pun dicegah takdir tersebut tetap akan terjadi, walaupun dengan jalan cerita yang berbeda. Dan lagi, tiap episode kasus yang ditangani beda-beda dan makin lama makin rumit, jadi bikin penonton ga sabaran untuk lanjut terus nonton tiap episodenya.

***

Memang, nonton drama genre detektif adalah pilihan terbaik. Ada cerita berbeda yang diangkat tiap episodenya sehingga membuat penonton (seperti saya) ga cepat bosan dan ga berkomentar “yaelah gitu doang ni drama”.

Selalu ada insight yang bisa diambil, dari sisi membaca psikologis kriminalnya, kerja keras detektifnya, dan bagaimana perjuangan menemukan fakta dibalik kejahatan itu terjadi. Yang bikin seru dari nonton drama genre detektif adalah ending yang ga mudah ketebak!

Terakhir, terimakasih sudah mampir. Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi update postingan terbaru dari blog ini setiap minggunya!

***

Sumber gambar:

 

D-9: Surat Untuk Ika

Halo, aku Ika,
Dirimu dari masa depan

Apa kabar hari ini?
Menyenangkan atau melelahkan,
Terimakasih telah bersabar sampai hari ini
Terimakasih telah membuat aku ada di masa depan

Wahai diriku,
Aku ingin menyampaikan kabar gembira padamu
Karena kau telah berhasil melawan musuh terberatmu,
dirimu sendiri

Untuk sunyi dan keterasingan yang kau pertahankan demi imanmu
Untuk waktu bersama keluarga yang selalu kau usahakan
Untuk jalan mudah yang kau tukar dengan jalan terjal mendaki
Untuk setiap keringat yang kau cucurkan tanpa keluh
Untuk setiap kehangatan yang kau bagi dengan yang lainnya

Perjuangmu tak sia-sia
Harapanmu akan segera datang padamu
Bersabarlah, bertahanlah

Tak usah kau risaukan masa depan
Aku disini akan berjuang sebagaimana engkau berjuang hari ini

Semoga jalan yang aku dan kau tempuh hari ini,
diridhoi Allah yang Maha Kuasa

Terimakasih telah memilih aku menjadi masa depanmu

 

 

***

Saat duduk sendiri sambil merenung, memutar memori lama, sering kali kita terbersit penyesalan di masa lalu?

“Coba kalau saya memilih A, hidup saya mungkin lebih mudah!”

Berandai-andai.

Berandai-andai sesuatu yang tak pasti. Berandai-andai tentang masa lalu adalah sesuatu yang mubazir.

Cerita masa lalu tak masalah. Ia adalah suatu bagian dari proses pembelajaran. Yang menjadi masalah adalah ketika cerita tersebut menjadi keluh.

Saya tak menyalahkan tentang mengeluh. Tapi sering kali mengeluh itu membuat ruang hati untuk bersyukur itu tertutup. Gelap.

Sejak hari itu, dimana saya menyadari ruang hati menjadi gelap karena ruang keluh yang tanpa saya sadari semakin penuh, saya tutup ruang itu rapat-rapat. Digembok dengan baja.

Membuka pintu ruang syukur, tidaklah mudah. Berat. Tapi percayalah berat itu hanya sementara. Perlahan gelap itu akan tergantikan. Ruang hatimu akan terang, dipenuhi oleh cahaya yang semakin banyak. Hidupmu menjadi mudah karena banyak cahaya yang menuntunmu.

Percayalah, bersabarlah.

Mungkin kamu sering mengucapkan kata terima kasih, kepada orang yang menolongmu, yang mengantarmu, yang membantumu.

Tapi tidak jarang pula lupa mendoakan dirimu yang baik-baik, lupa berterimakasih ke dirimu yang lalu, lupa berbaik sangka kepada dirimu di masa depan. Sempatkanlah untuk berterimakasih pada dirumu karena dia yang mengajarimu apa itu berjuang, bersabar, dan bersyukur mendapat harapanmu yang tak disangka-sangka.