Arsip Kategori: Cerita dan tulisan random

Seputar cerita random kehidupan sehari-hari dan tulisan lama

Akhirnya Lulus Kuliah Magister

Gak pernah mengira kalau menyelesaikan kuliah S2 bakalan melewati perjalanan yang lebih panjang dari S1. Gak pernah mengira juga bakal menyelesaikan kuliah S2 sambil bekerja.

Iya benar kata orang-orang, kuliah sambil bekerja itu berat. Apalagi kota tempat kuliah berbeda dengan kota tempat kerja. Bandung – Jakarta setiap minggu. Kapok sudah. Baca lebih lanjut

Segmen baru: Serba-Serbi Cerita!

Halo semuanya!! Sudah 3 bulan tidak update tulisan di blog ini. Banyak sesuatu penting yang harus dikerjakan untuk masa depan yang lebih baik. Dan sungguh tidak mudah membagi waktu untuk menyambi menulis blog. Hiks. Baca lebih lanjut

Pengalaman Naik Berat Badan 7 kg dalam 3 bulan

Waktu kecil, Aku dan abang selalu bagai angka 10. Aku si angka satunya karena selalu kurus dan Abang si angka nolnya karena selalu gemuk. Mungkin masa-masa dimana aku masih disebut berukuran tubuh ideal hanya dari bayi sampai balita. Kenangan yang diingat setelahnya aku selalu dicap bertubuh kurus. Baca lebih lanjut

Satu-satunya barang yang dikoleksi di rumah

Apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar barang koleksi?

Sesuatu yang mahal?
Sesuatu yang unik?
Sesuatu yang antik?

*Sepersekian menit kemudian sadar kalau dirumah gak punya barang koleksi seperti*

Menurut saya barang koleksi tidak harus sesuatu yang seperti itu. Kalau ditelisik lagi, barang koleksi bisa juga diartikan barang yang kita kumpulkan karena dianggap bernilai lebih. Nilai tidak hanya diukur dari materinya tapi juga isinya.

Ini satu-satunya benda yang terlintas di benak saya ketika mendengar kata barang koleksi. Beberapa punya saya dan saudara, tapi sebagian besar punya orangtua. Ini dia benda sederhana yang kita semua miliki:

Buku

Apalagi yang lebih bernilai tinggi dibanding ilmu. Dan buku adalah salah satu sumber ilmu yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ya, hari ini saya mau bercerita tentang kisah buku di rumah.

Ada dua lemari kaca besar di rumah untuk menyimpan buku-buku semua penghuni rumah.

Satu lemari berisi buku-buku sekolah kami dari sekolah dasar sampai SMA. Terakhir tahun lalu saya lihat masih begitu, gak tau kalau sekarang buku sekolahnya nya masih disimpan atau tidak.

Cepatnya berganti kurikulum menyebabkan buku sekolah juga cepat berganti. Pas saya dulu dapatnya kurikulum KBK dan KTSP, pas adik saya udah ganti jadi kurikulum 2013. Bukunya pun beda jauh, buku sekolah saya dulu penuh dengan latihan soal, buku adik saya semua mata pelajaran digabung jadi satu buku.

Semua buku-buku sekolah dari zaman anak pertama dan terakhir masih disimpan rapi di lemari kaca itu. Mau disumbangin ke anak sekolahan sekarang gak kepakai juga, tapi kalau dibuang sayang. Ah dilema.

Kalau ada yang tau tempat menyumbangkan buku di pekanbaru atau saran bukunya diapain (selain dijual ke tukang loak), please kabari ya.

Nah lanjut ke lemari kaca kedua.

Lemari kaca kedua ini berisi buku-buku agama koleksi orang tua.  Dari buku yang setipis buku saku hingga bukut tebal dengan banyak seri-seri seperti kitab bulughul maram. Sudah seperti punya perpustakaan mini saja di rumah.

Saya tidak tau banyak kisah-kisah hadirnya buku ini karena waktu itu saya sudah berkuliah di bandung. Tau-tau pas pulang libur semesteran udah banyak aja buku agama dan setiap saya pulang libur semester buku-buku di lemari kaca ini semakin banyak.

Niat itu ada, pengen coba baca buku-buku agama agar pengetahuan beragama ga sebatas ‘katanya orang dulu’ atau ‘biasanya begini’,  walau judul dan isi bacaan nya terlihat berat. Tapi gengsi dan malas masih gede. Ya mungkin saja suatu hari kesempatan itu ada.

 ***

Makasih udah baca sampai sini, ternyata ga mudah konsisten buat nulis dan mikirin konten. Hiks. Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk dapatkan notifikasi postingan terbaru dari blog ini!

5 Beban Hidup yang Selalu Dibawa Engineer Kantoran

5 dari 7 hari dalam seminggu, 30 – 40 menit habis dipakai buat rutinitas pulang pergi kantor. Selama total waktu 2400 detik tersebut diharuskan jalan kaki di jalan menanjak dan naik turun tangga sambil membawa beban berat dipundak. Oleh karena itu semua beban itu harus disimpan dengan hati-hati dalam tempat yang aman dan nyaman dalam sebuah benda yang terbuat dari kain dan mempunyai dua buah tangan. Apalagi kalau tidak lain dan tidak bukan tas ransel.

AHAI.

Katanya isi tas bisa mencerminkan kepribadian pemiliknya. Jangan kaget ya, harap tahan rasa penasarannya. Jadi inilah isi tas seorang engineer kantoran atau lebih pasnya tas seorang junior engineer kantoran (?) Nah langsung saja ini dia beban hidup seberat 3 kg yang mesti disandang hampir setiap hari.

1. Laptop

Ini adalah benda keramat yang tidak boleh tertinggal. Laptop tanpa printilannya, charger dan mouse, tiada artinya. Selain cuman jadi beban hidup, juga jadi beban hati, sia-sia. Nasib jadi pegawai baru yang belum jelas penempatannya sehingga belum punya meja dan komputer kerja sendiri di kantor.

2. Tumblr / Botol Minum

Yes, sekarang mulai rutin bawa botol minum sendiri. Selain biar keren jadi green lifestyle agent, dibalik itu sebenarnya biar hemat gak beli minuman kalo makan diluar. Nih lagian, banyak kegiatan sekarang souvenirnya tumblr. Gak ada alasan lagi ga punya botol minum sendiri.

3. Dompet

Ini dompet antara perlu dan gak perlu, isinya cuma recehan. Seperti generasi millenial lainnya, kini udah malas sedia duit cash banyak-banyak di dompet. Aktivitas penting seperti makan dan transport udah tinggal lewat hp doang yekan. Fungsi dompet yang membuatnya tetap digunakan sampai hari ini ialah untuk nyimpan kartu-kartu.

4. Power bank + Charger

Sekarang zamannya my phone my life. Ya ada benarnya juga itu. Apa-apa keperluannya tinggal lewat smartphone. Pesan ojek, pesan makan, belanja semuanya bisa lewat benda  persegi kecil itu. Tapi sedihnya hp saya udah memasuki zaman old, baterainya cepat drop dan harus dikasih makan 2 kali sehari.

5. Tissue

Karena saya ini anaknya gampang ingusan kalo pagi, tapi siang udah sehat lagi. Heran juga kenapa sakit ini cuman munculnya pagi hari. Ada yang tau gak apakah ada jenis alergi sama udara pagi?

Selain itu, sedia tissue juga setiap ke toilet umum terutama kalau jenis toiletnya duduk.  Kalau pernah baca tentang etika menggunakan toilet umum, ada etika untuk tidak membiarkan dudukan toilet basah setelah digunakan agar pengguna selanjutnya tidak terganggu. Sebelum dan sesudah digunakan dilap dulu dudukannya dengan tissu. Kebersihan bersama harus kita jaga, betul? Ngaku siapa yang baru tau ini? Hahaha

***

Ya saya tau, kalian pasti bertanya-tanya kenapa ini isi tas sepi banget. Apa benar ini isinya tas anak gadis. Gak ada bawa gincu, lipstik atau apalah.

Oke saya jawab, Saya emang gak ada bawa yang seperti itu. Hey! (hey tayo hey tayo, eh malah nanyi), bagi saya tidak ada alasan penting untuk membawanya. I dont need make up to cover my face because i love myself, kayak katanya kirana.

Senangnya jadi pegawai negeri itu ternyata kerja gak harus dandan, gak ada yang komplain soal penampilan, yang penting sopan dan rapi. Sebuah bentuk kebebasan yang harus disyukuri kan.

Kata Dia, Ika Itu Orangnya Seperti Ini

Hai semua. Kali ini saya mau ceritain seorang jiwa yang diberi nama ika. Kata teman yang telah kenal dengannya selama 10 tahun, struktur isi otaknya berbeda dari biasanya teman perempuan yang dia temui. Tapi sebenarnya, temannya yang itu dan teman-temannya yang lain juga gak tau kalau ternyata si ika ini punya fakta unik lainnya.

Kami bayangan dari jiwa ini yang juga bertindak sebagai tim pencari berita eksklusif, berhasil menemukan fakta yang jarang orang ketahui itu. Simak beritanya dibawah ini gan.

1. Dalam sehari bisa ratusan kali menguap

Lagi duduk nguap, lagi kuliah gak ngerti materi nguap, lagi solat juga sering nguap tiap rakaat, lagi ngetik gini sambil mikirin bahan tulisan juga nguap, lagi dengerin orang ngomong juga, dan parahnya lagi saat dijemur latihan pbb masih bisa-bisanya menguap. Gak habis pikir lagi. Satu-satunya aktivitas yang buat dia tidak menguap hanyalah ketika aktivitas tersebut memeras otak.

Selain kurang tidur, kira-kira apalagi yah yang menyebabkan orang sering menguap?

2. Suka nonton debat politik sejak SMA

Berat gak tuh tontonannya? Atau biasa aja? Percaya atau tidak percaya, sejak sma dulu dia suka nonton acara-acara debat politik. Debat netizen di kolom komentar aja dibacanya sama dia. Seru aja dengerin debat, perhatiin mana yang ada isinya, mana yang realistis, mana yang banyak bumbu-bumbu.

Syukurnya dia gak suka debat, cuma jadi pengamat aja. Gak suka banyak ngomong, lebih suka langsung melakukan tindakan. Dia selalu berharap semoga orang-orang yang dianugrahi kemampuan publik speaking dan punya kemampuan untuk mempengaruhi orang makin banyak yang jujur dan no tipu-tipu rakyat jelata lagi.

3. Cuek tapi peduli kayak karakter di drama korea

Oke ini emang berlebihan judulnya. Tapi emang condong ke tipe-tipe cuek gitu sih kata orang. Sampai sekarang masih gak ngerti juga yang dimaksudkan peduli, dipikiran orang-orang lain itu seperti apa. Soalnya kadang dipikiran dia tuh menganggap hal itu sebagai hal yang biasa atau bahkan tidak seharusnya berlebihan peduli.

Kalau kata dia mah, cueklah kamu pada tempatnya. Cuek sama omongan orang yang dia rasa gak ada manfaatnya buat dia. Cuek sama tindakan/aktivitas yang tidak tau kenapa harus dilakukan dan tujuannya apa. Prinsip hidupnya kalau gak bermanfaat atau menguntungkan untuk dia, hanya dengarkan saja dan lupakan. Kejadian hari ini dipikirkan hari ini. Kejadian nanti, setahun lagi, sepuluh tahun lagi, nanti aja dipusingkannya.

Dibalik sifat diam dan kadang membuat orang-orang bingung, sebenarnya dia serius mau belajar jadi orang yang tulus peduli pada hal-hal yang patut dipedulikan.

4. Sering salah paham dikira jutek

Pernah dengar istilah kasam gak? Nah itu, entah kenapa kalau diam/serius ngerjain sesuatu wajahnya selalu terlihat kasam di mata orang lain. Gara-gara ini orang selalu salah paham sama dia. Padahal biasa aja, tapi selalu dikira jutek. Satu lagi, kalau disuruh foto, dia cuma bisa berekspresi senyum dan sedih. Oh ya dan jutek. No foto-foto kiyuut-kiyuut.

Sedih gan kalo dibilang disuruh kontrol wajah jangan jutek, dah ciptaannya begini adanya. Ada yang samaan seperti ini juga gak?

5. Si anak tengah bertubuh lebih kecil yang tertukar dengan adiknya

Apa benar anak kedua di antara tiga bersaudara nasibnya emang berbadan lebih kecil? Apakah karena anak tengah posisinya terjepit di antara dua saudara sehingga gizi yang didapatnya berkurang? Entahlah ini hanya dugaan asal-asalan yang tak bisa dipertanggungjawabkan tapi kadang ada nemu juga orang yang beneran yang samaan kayak gini.

Walau berjarak umur cukup jauh dengan adik yang masih smp tapi kini udah sama tinggi dan mungkin sebentar lagi dikalahkan tingginya. Nasib jadi dikira bocah kembar dan jadi kakak yang tertukar dengan adik.

***

Masih tulisan ke-enam tapi dah mulai lelah hayati. Moga-moga gak bosan karena sebulan ini tulisan seputar ika dan dunianya.

**Kalau suka sama konten-konten di blog ini, klik subscribe dong biar kamu ga ketinggalan tulisan-tulisan baru yang update tiap minggu**

 

Takut mencari ilmu agama

Jadwal kuliah dan tugas yang tidak terlalu padat membuat saya mempunyai waktu luang uang. Tentu kebanyakan waktu tersebut saya habiskan di kosan. Setiap ditanya teman atau orang tua lagi dimana, pasti kebanyakan jawabnya lagi di kosan. Lagian kan inspirasi bisa didapetin dimana aja. Bagi saya, kamar adalah tempat ternyaman untuk mencari inspirasi.

Akhir-akhir ini, bukannya malah mikirin ugb tesis, tapi malah sibuk sendiri berkontemplasi. Saya tidak tau apakah ini layak disebut hobi atau bukan, tapi jujur saya suka melakukan observasi dan analisis. Entah itu benda, orang, tempat, dan lainnya, saya suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal demikian. Apalagi di zaman sekarang, internet adalah tools paling cepat untuk mendapatkan informasi dan social media adalah wadah termudah untuk mengobservasi. Kayak tagline sebuah perusahan “the world in your hand”, cukup dengan duduk manis bisa dapat dapat informasi apapun. Baca lebih lanjut