Arsip Kategori: Cerita

Akhirnya Lulus Kuliah Magister

Gak pernah mengira kalau menyelesaikan kuliah S2 bakalan melewati perjalanan yang lebih panjang dari S1. Gak pernah mengira juga bakal menyelesaikan kuliah S2 sambil bekerja.

Iya benar kata orang-orang, kuliah sambil bekerja itu berat. Apalagi kota tempat kuliah berbeda dengan kota tempat kerja. Bandung – Jakarta setiap minggu. Kapok sudah. Baca lebih lanjut

Pertama Kali Menang Karya Tulis

Aku tidak pernah membayangkan bahwa pengalaman pertama berbicara di depan umum ku dilakukan di hadapan sekitar 2000 orang. Jumlah yang sangat banyak untuk seorang amatiran. Baca lebih lanjut

Hal yang dirindukan dari Kost Pelesiran Bandung

Jakarta bukanlah Bandung yang biasa aku kenal. Ibukota yang lebih 3 kali luasnya daripada bandung ini ternyata tidak lebih mudah ditinggali. Baca lebih lanjut

Segmen baru: Serba-Serbi Cerita!

Halo semuanya!! Sudah 3 bulan tidak update tulisan di blog ini. Banyak sesuatu penting yang harus dikerjakan untuk masa depan yang lebih baik. Dan sungguh tidak mudah membagi waktu untuk menyambi menulis blog. Hiks. Baca lebih lanjut

Pengalaman Naik Berat Badan 7 kg dalam 3 bulan

Waktu kecil, Aku dan abang selalu bagai angka 10. Aku si angka satunya karena selalu kurus dan Abang si angka nolnya karena selalu gemuk. Mungkin masa-masa dimana aku masih disebut berukuran tubuh ideal hanya dari bayi sampai balita. Kenangan yang diingat setelahnya aku selalu dicap bertubuh kurus. Baca lebih lanjut

Hilangnya Dua Snack Box

Jumat, 2 November. Selesai sudah tugas aktualisasi CPNS yang dikerjakan selama 27 hari kerja melalui ujian presentasi. Paginya presentasi, sorenya laporan perbaikan sudah harus dikumpul.

Setiap mau presentasi, hati selalu dag-dig-dug, perut mulas, tangan gemetar (tremor). Anak introvert pasti mengerti ketidaknyamanan ini. Ditambah lagi, sejak awal sudah saya prediksi aktualisasi yang saya kerjakan ini bukanlah yang terbaik yang bisa saya lakukan. Tapi toh nasi sudah menjadi bubur, bagaimana pun juga harus dihadapi.

Presentasi di depan 3 senior: penguji, mentor, coach selama 45 menit. Pertanyaan yang bisa dijawab, dijawab. Yang ga bisa dijawab, dijawab dengan cengiran.

Gagal presentasi dengan baik sudah bukan masalah lagi. Snack gratis sudah cukup menjadi obat untuk menaikkan mood kembali. Sengaja saya ambil dua snack box diantara puluhan snack yang menganggur tak bertuan. Sayangkan kalau terbuang. Apalagi snack kali ini lebih mewah, ada roti-rotian juga yang jadi favorit saya.

Sengaja juga tidak saya makan langsung di tempat supaya bisa dinikmati dengan santai di kamar kost. Sudah saya bayangkan sore itu saya mau nonton sambil nyemil kue lezat yang sudah jarang saya dapatkan.

Setibanya di kost, perasaan udah mulai aneh. Saya lihat tas, kok bentuknya udah ga sepadat waktu saya masukkan dua snack box itu ke dalam tas.

Ternyata benar, snack tersebut sudah hilang. Tak satu pun tersisa. Saya keluarkan sebagian isi tas supaya lebih jelas, tetap tidak ada.

Berusaha saya paksakan kembali mengingat kronologis kejadian sore itu.

Sore itu saya duduk di ruang tunggu, kemudian memesan ojek online. Orderan sudah diterima dan pengemudi sedang menuju ke tempat saya. Dan ya semenit kemudian tiba-tiba hp saya mengeluarkan angka detik-detik kematiannya, 15, 14, 13, … . Saya panik. Secepat kilat saya bongkar isi tas dan mencari power bank. Tapi terlambat sudah, hp sudah mati dan menghidupkannya kembali butuh waktu lama. Masih dalam keadaan panik, saya putuskan untuk keluar gedung dan menunggu bapak ojol diluar saja.

Dan ya saat itu saya pun tersadar, ketika mencari power bank ternyata saya mengeluarkan dua snack box tersebut dan meletakkannya di meja depan saya. Dan entah bagaimana akhirnya saya tidak menyadari dua snack box yang padahal jelas-jelas di depan mata itu saat mengemasi barang-barang saya kembali.

Jadi hikmah dari cerita ini adalah

  1. Sepanik apapun kamu, periksalah tempat terakhir kamu dengan seksama agar tidak ada penyesalan kemudian
  2. Jika itu bukan rezekimu, entah bagaimana caranya dia akan mencari jalannya sendiri untuk pergi
  3. Kalau punya makanan lebih, diniatkan juga untuk dibagi ke yang lain

***

Halo! Kali ini saya lagi pengen nyoba genre tulisan yang beda. Lagi pengen latihan bikin tulisan yang story telling gitu. Ini cerita lucu yang saya tulis tapi kok rasanya jadi garing ya. Oke yasudahlah dibaca saja ya.

Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Tahap SKB

Untuk menjawab permintaan mengenai sharing pengalaman pas tahap skb (seleksi kemampuan bidang), maka dari itu saya buat postingan ini. Padahal mah sebenarnya yang nanya ga seberapa ehehehe. Bagi yang belum baca, sila dibaca dulu postingan sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Tahap SKD

Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, tahap selanjutnya atau kedua yang dihadapi adalah seleksi kemampuan dasar (SKD). SKD ini terdiri atas 3 jenis soal/tes, yaitu tes wawasan kebangsaan (twk), tes intelegensia umum (tiu), tes karakteristik pribadi (tkp). Agar lolos seleksi, harus melewati ambang batas/passing grade yang ditetapkan dalam PermenPANRB No.22 Tahun 2017.

tes ambang batas

Passing grade SKD

Tulisan terkait lainnya:
Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Pendaftaran dan Persiapan Tes SKD
Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Tahap SKB

Saat pendaftran, peserta memilih lokasi tes skd dan skb. SKD berlangsung tanggal 17-24 Oktober. Tanggal pelaksanaan tes tiap lokasi berbeda-beda. Saya mengambil lokasi tes di Bandung dan jadwal tesnya sempat diundur menjadi tanggal 20 Oktober dan mendapat jadwal ujian sore sesi IV dari total 5 sesi. Tempat tesnya sempat mengalami perubahan diganti menjadi Hotel Bumi Kitra Cikutra.

Saat login akun tes cpns setelah dinyatakan lulus adminitrasi, nanti ada file berisi kartu peserta, tata tertib dan ketentuan apa saja yang tidak boleh dibawa ke dalam ruang ujian.

kartu skd.png

Kartu peserta SKD

Penting Baca Tata Tertib!

Baca tata tertib dengan teliti. Yang perlu dibawa dan diperbolehkan hanya ktp, kartu peserta, dan pas foto. (Lupa pas foto ini Jangan telat datang tes, minimal 1 jam sebelum tes sudah masuk ruang tunggu dan perhatikan juga cuaca.

Saya ada cerita nih hampir telat tes karena hujan deras. Tapi hujan derasnya di tempat saya doang, dan ternyata di lokasi tesnya ga hujan. 2 jam sebelumnya udah dag dig dug karena hujan deras banget, mana pasti jalan macet juga kan, ga efisien pake mobil. Pesen gojek juga beberapa kali ditolak, ga ada yang mau ambil orderan karena hujan. Akhirnya abang grabbike lah yang mau ambil orderan dan untungnya doi punya mantel juga. Baru jalan sampai lampu merah hujannya kok mereda, eh ternyata bener ga hujan di tempat lain! Satu jam sebelum tes alhamdulillah udah nyampe.

Setiba di lokasi tesnya itu, pertama yang dilakukan adalah titipin tas di tempat penitipan yang disediakan panitia lalu registrasi. Semua benda termasuk hp, makanan, buku, alat tulis, jam tangan dll ditinggal kecuali ktp, kartu peserta dan pas foto serta botol minum. Pupus deh harapan buat belajar lagi sambil nunggu dipanggi masuk ruang ujian. Saat registrasi, tiap peserta diberikan kode pin untuk masuk ke akun situs tesnya. Setelahnya masuk ke ruang tunggu hingga ruang ujian. Intinya jangan kecepatan juga masuk ruang tunggu kalo masih ingin belajar lagi.

Saat saya tiba, tempat daftar ulang udah sepi. Ruang tunggu sudah penuh dan saya ga kebagian tempat duduk. Kami menunggu peserta sebelumnya selesai test. Untungnya cuma berdiri 15 menitan kemudian dipanggil masuk ke ruang ujian.

Pakai baju hitam putih sesuai pengumuman, wanita pakai bawahan rok bahan berwarna hitam. Sebenarnya sih gak terlalu strict harus sesuai banget sama yang tertulis yang penting mirip, misalnya rok nih, boleh pake bahan lain yang stretch misalnya scuba yang nyaman dipakai saat naik motor (promosi, loh kok jualan wkwk). Ada juga persyaratan pakai sepatu pantofel, tapi saya pakai sepatu pansus hitam biasa. Jadi intinya pakai yang sesuai mungkin hahaha. Kalau salah kostum fatal, misal pakai celana bisa-bisa disuruh tukar. Kan bisa buyar konsentrasi.

Jangan pernah berniat untuk melakukan kecurangan, apalagi pakai-pakai jimat. Itu semua ga ada guna, kalo ketahuan ga bisa ikut ujian. Sebelum masuk ruang ujian, peserta diperiksa sama petugas, ada petugas cewe dan cowo. Setiap amalan tergantung doanya. Strateginya? Selain belajar, saya percaya dengan perbanyak minta sama yang Allah yang Maha Berkehendak.

Pelaksanaan Tes

Waktu pengerjaan tes adalah 90 menit dan total jumlah soal 100. Waktu pengerjaan per soal 54 detik. Saya tidak ingat proporsi pastinya berapa antara tkw, tiu, dan tkp. Seberkesannya saya sih jumlahnya proporsional. Satu soal bernilai 5 jadi nilai maksimalnya 500. Kalau ada soal yang jawabannya ragu, bisa di skip dulu dan nanti dijawabnya.

Di bagian TKP ini bisa dapat poin sebanyak-banyaknya karena setiap jawaban ada nilainya dari 1-5, setiap jawaban paling ideal mendapatkan poin maksimal 5. Kalau berdasarkan passing grade, jadi minimal benar jawab twk 15 soal, tiu 16 soal , dan tkp 29 soal.

Kerennya adalah nilai ujian peserta langsung keluar hari itu juga. Hasil tes tiap sesi dipampang di tv besar yang diletakkan didepan gedung. Woww langsung ketahuan semua nilai peserta dan peringkat kita berapa di sesi tersebut. Di website juga diakhir akan diumumkan hasil ujian seluruh peserta dari seluruh jenis formasi dan lokasi ujian. Alhamdulillaj, saya dapat total nilai 350, dengan nilai twk 80 nyaris gagal. Hahaha. Kalau secara nasional ini nilai yang pasti bukan di urutan 5 page awal dari daftar seluruh nilai peserta.

3-e1520154548640.gif

Daftar hasil tes SKD seluruh peserta

Saya pasang target minimal masuk 15 nilai terataslah agar bisa masuk ketahap selanjutnya karena peraturan awalnya hanya 3x jumlah formasi yang lolos tahap selanjutnya. Eh ternyata peraturannya ganti (cerita rincinya ada di post sebelumnya).

Saran saya, bagi yang mengambil jumlah formasinya sedikit misal cuma diterima 1 atau 2 orang, usahakan tahap skd dapat poin setinggi-tingginya agar peluang lulus semakin besar (diakhir ada penggabungan nilai skd+skb). Kenapa? karena di tahap skb lebih susah karena sudah masuk substansi materi inti dan kebanyakan nilainya lebih rendah dari skd. Hahaha.

Soal-soal dari buku yang saya beli ga ada keluar. Tiap peserta dapat soal beda-beda. Ini bank soalnya pasti buanyaak banget, harus malah. Untuk kisi-kisi materi twk yang ‘mungkin’ keluar pasti udah banyak beredar di buku ataupun di internet. Saya sih sejujurnya udah ga inget lagi soalnya. Wkwkwk.

Untuk tiu mirip kayak TPA (tes potensi akademik) masuk kuliah, ada soal deret, hitung-hitungan sederhana. soal matematika cerita. Contohnya jika A selatannya B, B disebelah C, dimanakah posisi D. Misalnya gitu. Kalo tkp, tips biar dapat poin tinggi adalah baca soal ceritanya dengan teliti dan pilihlah jawaban yang ideal.

Post saya akhiri sampai disini. Semoga bermanfaat dan sedikit banyak mencerahkan para pejuang! Segala niat baik pasti akan dimudahkan. Percayalah.