Arsip Kategori: Teknik Lingkungan

Penyelenggaraan SPAM di Indonesia

Salah satu yang juga menjadi cita-cita saya sekarang adalah menjadi penulis. Kayaknya asyik kalau bisa punya pemasukan dari royalti menulis. Namun, saya sadar untuk menjadi penulis buku cerita fiksi, buku motivasi, dll sepertinya nihil peluang. Pengalaman untuk baca buku seperti itu pun juga belum ada.

Satu-satunya pengalaman saya adalah menulis laporan ilmiah, laporan formal, dan buku tugas akhir/skripsi. Jadi mengapa tidak untuk mencoba menulis saja sesuatu yang dekat, yang menjadi pekerjaan saya sehari-hari. Baca lebih lanjut

Rekomendasi Topik Penelitian

Salah seorang dosenku di Teknik Lingkungan menyampaikan bahwa tantangan perguruan tinggi hari ini adalah perkembangan ilmu dan teknologi di luar kampus yang lebih pesat dibandingkan dengan perkembangan keilmuan yang di dalam kampus.

Baca lebih lanjut

Membandingkan Cara Buang Sampah Rumah Tangga di Indonesia dengan Negara Lain

Ketika kamu mau buang sampah dan lihat ada 2 jenis tong sampah, organik dan anorganik, sedangkan sampah kamu adalah plastik bungkus makanan, apa yang akan kamu pilih? Baca lebih lanjut

5 Startup di Bidang Pengelolaan Sampah

Dari ketidaksengajaan menonton seseorang di youtube kemudian memunculkan rasa penasaran sehingga menelusuri rekam jejaknya dan bisnis startup yang digelutinya, lalu berakhir dengan menemukan fakta bahwa startup yang dimilikinya masuk salah satu peserta kompetisi Go Startup Indonesia (GSI). Baca lebih lanjut

Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Tahap SKB

Untuk menjawab permintaan mengenai sharing pengalaman pas tahap skb (seleksi kemampuan bidang), maka dari itu saya buat postingan ini. Padahal mah sebenarnya yang nanya ga seberapa ehehehe. Bagi yang belum baca, sila dibaca dulu postingan sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Kuliah Perencanaan TPA 8 Jam Ala Praktisi

Post ini berisikan tentang rangkuman yang saya dapatkan dari acara diskusi perencanaan TPA yang mengundang narasumber (akademisi, praktisi) dan penanggungjawab TPA di beberapa kota/kab di Indonesia serta konsultan. Baca lebih lanjut

Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Tahap SKD

Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, tahap selanjutnya atau kedua yang dihadapi adalah seleksi kemampuan dasar (SKD). SKD ini terdiri atas 3 jenis soal/tes, yaitu tes wawasan kebangsaan (twk), tes intelegensia umum (tiu), tes karakteristik pribadi (tkp). Agar lolos seleksi, harus melewati ambang batas/passing grade yang ditetapkan dalam PermenPANRB No.22 Tahun 2017.

tes ambang batas

Passing grade SKD

Tulisan terkait lainnya:
Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Pendaftaran dan Persiapan Tes SKD
Pengalaman Tes CPNS Kementerian PUPR 2017 – Tahap SKB

Saat pendaftran, peserta memilih lokasi tes skd dan skb. SKD berlangsung tanggal 17-24 Oktober. Tanggal pelaksanaan tes tiap lokasi berbeda-beda. Saya mengambil lokasi tes di Bandung dan jadwal tesnya sempat diundur menjadi tanggal 20 Oktober dan mendapat jadwal ujian sore sesi IV dari total 5 sesi. Tempat tesnya sempat mengalami perubahan diganti menjadi Hotel Bumi Kitra Cikutra.

Saat login akun tes cpns setelah dinyatakan lulus adminitrasi, nanti ada file berisi kartu peserta, tata tertib dan ketentuan apa saja yang tidak boleh dibawa ke dalam ruang ujian.

kartu skd.png

Kartu peserta SKD

Penting Baca Tata Tertib!

Baca tata tertib dengan teliti. Yang perlu dibawa dan diperbolehkan hanya ktp, kartu peserta, dan pas foto. (Lupa pas foto ini Jangan telat datang tes, minimal 1 jam sebelum tes sudah masuk ruang tunggu dan perhatikan juga cuaca.

Saya ada cerita nih hampir telat tes karena hujan deras. Tapi hujan derasnya di tempat saya doang, dan ternyata di lokasi tesnya ga hujan. 2 jam sebelumnya udah dag dig dug karena hujan deras banget, mana pasti jalan macet juga kan, ga efisien pake mobil. Pesen gojek juga beberapa kali ditolak, ga ada yang mau ambil orderan karena hujan. Akhirnya abang grabbike lah yang mau ambil orderan dan untungnya doi punya mantel juga. Baru jalan sampai lampu merah hujannya kok mereda, eh ternyata bener ga hujan di tempat lain! Satu jam sebelum tes alhamdulillah udah nyampe.

Setiba di lokasi tesnya itu, pertama yang dilakukan adalah titipin tas di tempat penitipan yang disediakan panitia lalu registrasi. Semua benda termasuk hp, makanan, buku, alat tulis, jam tangan dll ditinggal kecuali ktp, kartu peserta dan pas foto serta botol minum. Pupus deh harapan buat belajar lagi sambil nunggu dipanggi masuk ruang ujian. Saat registrasi, tiap peserta diberikan kode pin untuk masuk ke akun situs tesnya. Setelahnya masuk ke ruang tunggu hingga ruang ujian. Intinya jangan kecepatan juga masuk ruang tunggu kalo masih ingin belajar lagi.

Saat saya tiba, tempat daftar ulang udah sepi. Ruang tunggu sudah penuh dan saya ga kebagian tempat duduk. Kami menunggu peserta sebelumnya selesai test. Untungnya cuma berdiri 15 menitan kemudian dipanggil masuk ke ruang ujian.

Pakai baju hitam putih sesuai pengumuman, wanita pakai bawahan rok bahan berwarna hitam. Sebenarnya sih gak terlalu strict harus sesuai banget sama yang tertulis yang penting mirip, misalnya rok nih, boleh pake bahan lain yang stretch misalnya scuba yang nyaman dipakai saat naik motor (promosi, loh kok jualan wkwk). Ada juga persyaratan pakai sepatu pantofel, tapi saya pakai sepatu pansus hitam biasa. Jadi intinya pakai yang sesuai mungkin hahaha. Kalau salah kostum fatal, misal pakai celana bisa-bisa disuruh tukar. Kan bisa buyar konsentrasi.

Jangan pernah berniat untuk melakukan kecurangan, apalagi pakai-pakai jimat. Itu semua ga ada guna, kalo ketahuan ga bisa ikut ujian. Sebelum masuk ruang ujian, peserta diperiksa sama petugas, ada petugas cewe dan cowo. Setiap amalan tergantung doanya. Strateginya? Selain belajar, saya percaya dengan perbanyak minta sama yang Allah yang Maha Berkehendak.

Pelaksanaan Tes

Waktu pengerjaan tes adalah 90 menit dan total jumlah soal 100. Waktu pengerjaan per soal 54 detik. Saya tidak ingat proporsi pastinya berapa antara tkw, tiu, dan tkp. Seberkesannya saya sih jumlahnya proporsional. Satu soal bernilai 5 jadi nilai maksimalnya 500. Kalau ada soal yang jawabannya ragu, bisa di skip dulu dan nanti dijawabnya.

Di bagian TKP ini bisa dapat poin sebanyak-banyaknya karena setiap jawaban ada nilainya dari 1-5, setiap jawaban paling ideal mendapatkan poin maksimal 5. Kalau berdasarkan passing grade, jadi minimal benar jawab twk 15 soal, tiu 16 soal , dan tkp 29 soal.

Kerennya adalah nilai ujian peserta langsung keluar hari itu juga. Hasil tes tiap sesi dipampang di tv besar yang diletakkan didepan gedung. Woww langsung ketahuan semua nilai peserta dan peringkat kita berapa di sesi tersebut. Di website juga diakhir akan diumumkan hasil ujian seluruh peserta dari seluruh jenis formasi dan lokasi ujian. Alhamdulillaj, saya dapat total nilai 350, dengan nilai twk 80 nyaris gagal. Hahaha. Kalau secara nasional ini nilai yang pasti bukan di urutan 5 page awal dari daftar seluruh nilai peserta.

3-e1520154548640.gif

Daftar hasil tes SKD seluruh peserta

Saya pasang target minimal masuk 15 nilai terataslah agar bisa masuk ketahap selanjutnya karena peraturan awalnya hanya 3x jumlah formasi yang lolos tahap selanjutnya. Eh ternyata peraturannya ganti (cerita rincinya ada di post sebelumnya).

Saran saya, bagi yang mengambil jumlah formasinya sedikit misal cuma diterima 1 atau 2 orang, usahakan tahap skd dapat poin setinggi-tingginya agar peluang lulus semakin besar (diakhir ada penggabungan nilai skd+skb). Kenapa? karena di tahap skb lebih susah karena sudah masuk substansi materi inti dan kebanyakan nilainya lebih rendah dari skd. Hahaha.

Soal-soal dari buku yang saya beli ga ada keluar. Tiap peserta dapat soal beda-beda. Ini bank soalnya pasti buanyaak banget, harus malah. Untuk kisi-kisi materi twk yang ‘mungkin’ keluar pasti udah banyak beredar di buku ataupun di internet. Saya sih sejujurnya udah ga inget lagi soalnya. Wkwkwk.

Untuk tiu mirip kayak TPA (tes potensi akademik) masuk kuliah, ada soal deret, hitung-hitungan sederhana. soal matematika cerita. Contohnya jika A selatannya B, B disebelah C, dimanakah posisi D. Misalnya gitu. Kalo tkp, tips biar dapat poin tinggi adalah baca soal ceritanya dengan teliti dan pilihlah jawaban yang ideal.

Post saya akhiri sampai disini. Semoga bermanfaat dan sedikit banyak mencerahkan para pejuang! Segala niat baik pasti akan dimudahkan. Percayalah.

 

Tenyata Sumber Air PDAM Kota Bandung dari Limpasan PLTA! (Visitasi Intake Cikalong)

Setelah post-post yang lalu membahas tentang pengolahan air limbah domestik, kali ini saya mau sharing mengenai pengolahan air bersih dari air sungai. Teman-teman yang di rumahnya berlangganan air bersih PDAM pernah penasaran ga sebenarnya sumber air olahan PDAM itu dari mana? Baca lebih lanjut

Mengunjungi Instalasi Pengolahan Air Limbah Terbesar di Indonesia – IPAL Bojongsoang

Masih seputar dunia teknik lingkungan, kali ini saya ingin membagikan hasil kunjungan lapangan saya ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL) kota Bandung yang terletak tepatnya di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. IPAL kota bandung sendiri ini memang berada di kabupaten lain karena keterbatasan lahan. Baca lebih lanjut

Kunjungan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Gumuruh, IPLT Kompak Pertama di Indonesia

Salah satu indikator septic tank yang baik adalah adanya penyedotan lumpur tinja secara berkala setiap 3 tahun. Mengenai tangki septik yang benar dan aman telah saya tuliskan juga di postingan sebelumnya disini.

Sekedar informasi, lumpur tinja dan tinja itu berbeda. Lumpur tinja ada hasil pengolahan dari septic tank yang mengendap. Wujudnya pun beneran seperti lumpur, sudah berbeda banget dari bentuk tinja. Baca lebih lanjut