Arsip Kategori: Review dan informasi lainnya

Tulisan opini, informasi umum, cerita pengalaman menggunakan aplikasi, teknologi, skin care, makanan, produk tertentu, dan lainnya

5 Alasan Pentingnya Performance Management

Kinerja karyawan adalah salah satu hal dalam operasional perusahaan. Tanpa kinerja karyawan, perusahaan tidak mampu mengoptimalkan bisnisnya. Sayangnya kinerja karyawan bersifat naik turun. Penurunan kinerja karyawan tak selalu berhubungan dengan tingkat kemalasan.  Itu sebabnya mengapa perusahaan harus memahami bagaimana cara mengelola kinerja yang optimal. HRD selaku salah satu divisi yang berhubungan langsung dengan kinerja karyawan menggunakan performance management sebagai salah satu metode dalam pengelolaan kinerja.

Baca lebih lanjut

Salah Cara Pakai Sheet Mask, Bukan Glowing Malah Bikin Jerawatan

Rasanya sudah menerapkan aturan pakai sheet mask yang baik, tapi muka malah jadi jerawatan. Agak syok karena ga pernah jerawatan muncul banyak seperti ini, biasanya satu dua saja. Mau sedih tapi juga ngetawain kebodohan sendiri. Hahaha.

Baca lebih lanjut

Nostalgia 5 Film/Drama Keren Berkesan Dari Jepang, Korea, dan Barat

Sudah lama rasanya tidak membaca buku yang ringan. Terakhir punya novel-novel remaja teenlit itu saat SMA. Masih ingat dulu kalo udah punya buku baru rasanya pengen dilahap habis dalam satu hari. Tapi sekarang mulai pilih-pilih ingin bacaan yang ada ‘isinya’. Tapi mata gak bisa bohong, baru baca-baca berapa halaman sudah mengantuk. Akhirnya dalam satu bulan ini belum ada buku baru yang selesai dibaca. Baca lebih lanjut

5 Tempat Makan Favorit Dekat ITB

Menjadi mahasiswa adalah tahapan hidup yang singkat namun memberi banyak arti hidup. Melatih diri untuk selalu militan dalam aktivitas apapun. Pun juga dalam urusan perut, tak boleh lengah soal  mencari diskon makanan enak tapi tetap cocok di kantong. Hidup jiwa mahasiswa!

Ngomong-ngomong soal tema kali ini, referensi saya soal restoran jujur ga banyak. Kalau di rumah pekanbaru saya jarang makan diluar. Selalu makan di rumah masakan ibu. Kalaupun beli, seringnya bawa pulang tetap makan di rumah.

Nah, pengetahuan soal tempat makan mulai berkembang ketika kuliah. Tapi itu juga masih yang berada di seputaran kampus. Tapi jangan salah, mencari tempat makan terbanya dengan rasa oke dan harga bersahabat yang terbaik adalah di area sekitar kampus. Setujuu kan?

Selama kuliah, ada 5 tempat makan favorit saya. Lokasinya gak jauh dari kampus ITB ganesha. Nah, langsung saja ini dia.

1. Heidami Ramen

0039biad90a0e65080ee1fpx

Sumber: id.openrice.com

Kedai ramen satu ini berlokasi di pertokoan jalan tamansari lebih dekat ke unisba. Kedai ramen ini emang sederhana banget. Tempatnya berada di lantai 2, dibawahnya ada sejenis bengkel, makanya ga terlalu keliatan kalau pertama kali lewat.

Walau kec, tempatnya nyaman lesehan dan cocok buat mahasiswa karena disediakan colokan yang cukup banyak dan juga wifi. Setiap harinya ada diskon berbeda-beda. Kalau kamis ada diskon khusus buat pembeli perempuan. Kalau hari lain ada diskon sushi. Pokoknya macam-macam lah.

picture-1521084551

Sumber: pergikuliner.com

Ramen disini favorit saya banget. Rasanya uwenak pas cocok di lidah. Saran saya beli yang the best seller heidami special, haranya hanya 15 k saja. Sushinya juga mesti coba,  uwenak, banyak variasi dan gak pelit kasih isi. Jauh-jauh lebih sushi dibanding sushi isi timun doang yang pernah zonk dibeli di foodcourt mall.
#traumamakansushitimundoang

2. Ganbatte Suki

1476350675-690x450-m

Sumber: qraved.com

Makan ala jepang favorit selanjutnya adalah suki! Kedai suki ini berada di jalan teuku umar seberang masjid UNPAD. Disini pengunjung bisa bebas memilih berbagai jenis suki sesuai seleranya. Warning dari saya, kendalikan diri biar ga tergoda karena harga per itemnya hanya 2000/3000 saja. Ada dua jenis kuah suki yang disediakan, tomyam dan original. Saran saya, pilih yang tomyam lebih mantab.

Uniknya disini kita ngambil sendiri lalu masak sendiri. Kompor dan periuk untuk merebusnya udah disediain. Udah mirip kayak direstoran-restoran lah ya?

3. Ayam Geprek Bebas

picture-14862660711

Sumber: pergikuliner.com

Sejauh ini, ini adalah ayam geprek terenak yang pernah dimakan. Lokasinya berada di Jalan Teuku Angkasa No.29. Sekitarnya itu area perumahan. Yang beli disini selalu ramai, baik online maupun offline. Tempatnya luas dan parkirannya lapang.

Penasaran sama bumbu ayam geprek bebas ini, bumbunya meresap sampai ke dalam dan rasanya pas sama di lidah. Bisa request level kepedasan dari 1-100, tapi saya pesannya level 0 karena tau bakalan masih kerasa bumbu-bumbu pedasnya bekas geprekan sebelumnya. Yang terpenting juga porsi buanyak tapi harganya murah gan hanya 14k saja. Dua jempol buat ayam geprek bebas!

4. Kantin Sahati

picture-1472539252

Nasi siram cumi (Sumber: pergikuliner.com)

Kantin Sahati berlokasi di Jalan Kebon Bibit Barat No.47, Tamansari. Kantin ini deket banget dari kosan saya yang lama di Jalan Pelesiran. Menunya beraneka ragam mulai dari berbagai jenis nasi goreng, menu eropa, nasi siram, seafood dan lain-lain. Kalau kesini tuh sering beli nasi chicken katsu, porsinya banyak rasanya pas.

Tempatnya strategis, bersih, dan nyaman. Kalau pulang dari ciwalk ke kosan ngelewatin kantin ini. Malah seringnya biar ga makan di mall, sengaja makannya di kantin sahati aja. Salah satu fasilitas terbaiknya juga adalah buat yang tinggal di pelesiran dan sekitarnya, bisa minta diantarin makanannya, ga ada biaya tambahan. Cucok kan nih buat mahasiswa-mahasiswa yang mager keluar kosan?

5. Hokben

The last one is fastfood favorit dari segi rasa dan kecepatan pelayanan. Alasan pertama karena doyan sama egg rollnya. Alasan kedua, kalau pesan gofood/grabfood selalu cepat sampainya. Ya iyalah kan makannya tinggal dibungkus. Tapi ini sih pilihan terbaik kalo lagi lapar banget dan udah ga sanggup nunggu kelamaan datang makanan.

8c039-hoka-hemat-3

Sumber: www.hokben.co.id

Menu favorit kalau makan ditempat, of course, value set yang termurah. Tapi ini udah lengkap ada kuah tofu dan ocha. Kalau untuk di gofood pilihnya yang hoka hemat 3. Mirip isi gorengannya kayak yang value set, cuman gak pake minum.

Seporsi dapat 4 buah gorengan. Entah kenapa selalu ketagihan sama gorengannya yang jenis egg chicken rollnya. Uwenaak, lembut dikunyah, apalagi makannya dicampur mayo dan saus, mantap ini!

***

Yah begitulah makanan favorit zaman mahasiswa dulu. Ga muluk-muluk yang penting porsinya banyak, rasa enak, harga murah. Duh jadi kangen masa-masa nge-ramen bareng teman sehabis ujian…

Menghina Di Medsos Bisa Dipidana 4 Tahun – Etika Bermedia Sosial dalam UU ITE

Tadi pagi saya nonton berita bahwa Bapak Ahmad Dhani dituntut 2 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian dalam vlognya yang diunggah ke Instagram.

Beberapa hari yang lalu, saya baca berita di instagramnya tirto.id, ada seorang guru korban pelecehan seksual tapi malah dipenjara karena dituduh menyebarkan rekaman bukti pelecehan kepala sekolahnya.

Dan ada banyak kasus serupa lainnya yang tentu pernah kita dengar dan segudang lainnya yang tidak terblow up di media.

Pada kasus guru tersebut, gara-gara media sosial, ketidakadilan dalam penjatuhan hukuman kepada ibuk tersebut jadi ter-blow up dan kini mendapat perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Banyak dukungan untuk meninjau ulang kasus tersebut dan mempertanyaan kredibelitas dari pengadilan dan institusi yang melindungi pelaku pelecahan seksual.

Saya sebagai pengamat mengutuk keras ketidakadilan, pelaku, dan setiap orang yang membantu dalam tindakan ketidakadilan. Disisi lain, pembuat dan penegak hukum juga manusia biasa yang mudah khilaf dan salah.

Sebagai umat muslim, saya meyakini hukum yang dibuat manusia dan pelaksanaannya bagaimanapun tidak akan pernah bisa seadil hukum yang dibuat Allah.

Jadi saya mengajak netizen semua untuk tidak membuat kericuhan, memelintir berita, atau pun kegiatan lain yang kiranya tidak mendatangkan manfaat. Yang paling penting dan utama, lebih baik kita doakan korban kejahatan apapun itu mendapatkan keadilannya dan juga para penegak hukum kita dimudahkan Allah untuk mendapatkan kebenaran dan bisa memutuskan seadil-adilnya.

Oke sekian pernyataan sikap dari saya terhadap pelanggaran kasus ITE yang terjadi akhir-akhir ini. *drop mic*

Dah ya intronya, berat juga ternyata buat komentar beginian.

Kembali ke masalah etika. Kalau dulu ada istilah mulutmu harimaumu, kalau sekarang ada istilah jempolmu harimaumu.

Alhamdulillah alam lingkungan pertemanan sosmed saya masih baik-baik saja. Tidak ada yang aneh-aneh seperti menyebarkan ujaran kebencian, menyinggung ras, body shaming, ataupun menyebarkan hoax. Karena itu saya kira sosmed ini baik-baik saja.

Tapi sejak saya follow akun-akun tokoh terkenal, ada artis juga, akun dakwah juga, lalu sering juga baca-baca komentarnya netizen, ternyata netizen Indonesia ini kreatif dan lucu. Tapi mirisnya juga banyak yang gak segan-segan berkomentar jahat. Gemes banget sama orang yang meninggalkan jejak komentar-komentar ga bertanggung jawab seperti ini.

Netizen jahat seperti ini gak kenal lagi sama yang namanya usia. Ada yang udah jadi bapak-bapak orang, ibuk-ibuk orang alias punya anak, muda-mudi labil dan yang lebih menyedihkannya banyak juga anak yang dibawah umur.

Membaca komentar ini saya cuma bisa geleng-geleng. Padahal rumusnya sederhana. Kalau suka/setuju ya ikuti terus akunnya. Gak suka/gak setuju dengan sesuatu ya tinggalkan. Gampang.

Kadang semakin kesini semakin banyak manusia yang lucu. Kemudahan informasi membuat manusia semakin pintar. Tapi hati-hati kepintaran ini bisa menjebak manusia menjadi manusia golongan ke 4 yang disebutkan oleh Imam Al Ghazali, yaitu  seseorang yang ia tidak tahu (tidak berilmu) dan dia tidak tahu kalau dirinya tidak tahu.

Gegara sembarangan menggunakan media sosial terkena kasus hukum? asli gak ada keren-kerennya sama sekali. Yang ada harusnya malu luar biasa.

Kembali ke judul, ada informasi penting nih buat netizen-netizen Indonesia yang harus kudu banget diketahui yaitu Indonesia udah dari kapan tahun punya UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dan dalam UU ITE ini mengatur etika bermedia sosial.

Sejak tahun 2008, Indonesia sudah punya UU ITE No. 11 Tahun 2008 dan pada tahun 2016 diperbarui lagi menjadi UU No.19 Tahun 2016. Didalamnya ada pasal yang mengatur etika bermedia sosial yaitu pasal 27 sampai pasal 30 (UU 11/2008) dan hukumannya pada pasal 45, 45A, 45B (UU 19/2016).

Dokumennya bisa diunduh disini dan disini.

Isi Pasal 27 dan Pasal 45

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan

  1. Muatan yang melanggar kesusilaan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
  2. Muatan perjudian dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
  3. Muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)
  4. Muatan pemerasan dan/atau pengancaman dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Isi Pasal 28 dan 45A

Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan

  1. berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000. 000.000,00 (satu miliar rupiah).
  2. Informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 1. 000.0 000,00 (satu miliar rupiah).

Isi Pasal 29 dan Pasal 45B

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)

Isi Pasal 30 dan Pasal 46

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum :

  1. mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apapun dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah)
  2. mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah)
  3. mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apapun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)

Fokus kembali ke pasal 30. Ternyata mengakses komputer atau telepon genggam milik orang lain juga merupakan suatu perbuatan melawan hukum gaes. Siapa nih pernah kayak gini? Jadi tetap harus seizin pemilik hp ya gaes.

Tentang Body Shaming

“kok gendutan ya. Tuh dagu yang mana kok banyak lipatannya“ atau “Ih, kok kurus kali. Kerempeng sih ndak ada dagingnya.”

Entah ini maksudnya cuma bercanda atau basa-basi atau suatu bentuk ‘perhatian’, ini semua adalah bentuk body shaming. Dan kini berhati-hatilah karena pelaku body shaming bisa dijerat hukum. Bahkan hukuman untuk seseorang yang menghina media sosial lebih berat lagi karena dapat diketahui langsung oleh jutaan orang.

Jika menghina atau mengejek di media sosial bisa masuk pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan  ancaman hukuman pidana sampai 4 tahun dan/atau denda 750 juta. Sedangkan jika menghina atau mengejek secara langsung bisa dikenakan pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman 9 bulan kurungan.

Saya jadi teringat masa-masa SD. Masa dimana bocah-bocah nakal mengejek yang lemah, mengejek fisiknya, saling mengejek nama orang tua, dan puncaknya saat sudah kelas 5-6 mulai sering berbicara kotor. Gak bakalan berhenti mengejek sebelum korbannya mengamuk atau nangis atau ngejar-ngejar dia. Pokoknya bencana lah kalo sekelas sama anak-anak nakal seperti ini.

Kalau masih anak kecil banyak orang memaklumi ini dan menganggap itu hanya sebagai kenakalan biasa anak-anak, hanya bercanda. Tapi kalau kenakalan seperti ini terus dibiarkan dan tidak dididik baik sama orangtuanya dan dianya sendiri tidak mau belajar, jangan heran banyak orang dewasa tapi kelakuannya seperti kanak-anak.

Pun kalau niatnya mau menasehati, bukan di media sosial tempatnya. Dalam islam ada adabnya. Cukup empat mata saja dan bertutur kata yang baik. Jangan sampai membuat yang dinasehati dipermalukan di depan umum. Nasehati dengan ilmu, bukan nafsu.

***

Sumber bacaan

  1. https://www.brilio.net/serius/6-aturan-di-uu-ite-ini-perlu-kamu-tahu-agar-aman-saat-bermedsos-170707d.html#
  2. https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5bc6f3b16c7ec/etika-bermedia-sosial-yang-perlu-dipahami-agar-tak-terjerat-hukum
  3. https://nasional.tempo.co/read/1150461/polri-sebut-ada-2-jerat-hukum-jika-lakukan-body-shaming
  4. http://tabungwakaf.com/adab-menasehati-dalam-islam/

Review Bio Oil Setelah 1,5 Bulan Pemakaian, Ternyata Bisa Mengempeskan Jerawat

Berawal dari rasa prihatin dengan bekas jerawat yang dilihat makin lama makin banyak, saya pun mulai cari-cari produk yang bisa hilangin bekas jerawat tanpa perlu ke salon/dokter kecantikan. Baca lebih lanjut

Cara Perpanjang Surat Keterangan Pengganti e-ktp di Disdukcapil Pekanbaru dan Persyaratannya

Saya ga tau apakah per agustus 2018 ini masalah tidak tersedianya blanko kartu fisik e-ktp di pekanbaru sudah selesai atau belum. Namun tujuh bulan yang lalu masih belum ada. Jadinya saat itu saya masih harus sabar menggunakan surat keterangan (suket) pengganti e-ktp yang ukurannya segede hvs karena ktp saya hilang. Baca lebih lanjut

Natsbee Honey Lemon, Cara Praktis Saya Hidup #AsikTanpaToxic

Orang tua saya sangat perhatian dengan yang namanya kesehatan. Beberapa tahun belakangan ini, ketika saya pulang ke rumah dari rantau, makin banyak saja koleksi herbal di rumah. Mulai dari yang bentuknya pil, minyak, hingga berbagai jenis madu.

Baca lebih lanjut