4 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tidak Terikat

Pada tahun 2020, diprediksi generasi millennial akan mendominasi populasi Indonesia. Generasi millennial atau disebut juga generasi Y dalah manusia yang lahir diatas tahun 1980-an hingga 1997. Selain itu, ada pula yang terbaru generasi Z. Definisi rentang umur generasi Z bermacam-macam menurut sejumlah. Ada yang menyebutkan bahwa awal mula generasi Z adalah yang lahir 1993, 1995, atau setelah 2000. Yang jelas, semua sepakat bahwa generasi Z adalah orang-orang yang lahir di generasi internet berkembang pesat. Lanjutkan membaca “4 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tidak Terikat”

Suka Duka Kuliah Teknik Lingkungan?

Kalau saya menanyakan hasil nyata dari kerja seorang arsitek apa? Kebanyakan bisa menjawab dengan cepat yaitu merancang bangunan-bangunan.

Kalau saya menanyakan hasil nyata dari kerja seorang insinyur teknik sipil apa? Pasti sudah tau juga yaitu jembatan, jalan, bendungan, bangunan menjulang tinggi dan lain-lain.

Kalau saya menanyakan hasil nyata dari kerja insinyur teknik lingkungan apa? ((Tik tok tik tok)) ((mikir keras)) itu ngapain ya? *malah nanya balik* Lanjutkan membaca “Suka Duka Kuliah Teknik Lingkungan?”

Metode apa dalam menasehati/komunikasi yang optimal?

Ada yang lebih mudah memahami ketika disampaikan secara lisan. Ada pula yang penyampaiannya lebih mudah dipahami lewat tulisan. Ada pula orang yang tidak mudah memahami lewat apapun disampaikan. Bukan, bukan pesannya yang tidak baik atau terlalu sulit. Bukannya juga medianya yang salah. Misskomuninasi bisa saja terjadi karena hal sepele, frekuensinya yang tidak tepat atau pesannya yang ternyata tidak terkirim karena kehabisan pulsa. #maksalucu

Menurut yang saya kutip dari sini, proses komunikasi adalah proses penyampaian gagasan/pikiran oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Agar komunikasi berjalan dengan lancar maka Wilbur Schramm dalam karyanya “communication research in the United States” menyatakan bahwa: “Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference), yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection experience and meanings) yang pernah diperoleh oleh komunikan”. Menurut Schramm, bidang pengalaman (field of experience) merupakan faktor yang penting dalam komunikasi. Jika pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, maka komunikasi akan berlangsung lancar. Lanjutkan membaca “Metode apa dalam menasehati/komunikasi yang optimal?”

Kerja dulu atau langsung lanjut kuliah S2?

Mungkin sebagian ada yang sama bingungnya dengan saya ketika berada di penghujung kuliah. Ingin kuliah, tapi mau lanjut kuliah juga. Kuliah S2 tapi mikirnya bagusan ada pengalaman kerja dulu 1 atau 2 tahun ga sih? Baiknya gimana? Jawabannya terserah kalian. Kalian yang lebih tau mana yang terbaik. Tiap orang pertimbangannya beda-beda. Pilihan ga terbatas, mau lanjut S2 sambil kerja juga bisa. Ga kerja dan ga lanjut S2 juga ada sisi positifnya pilihan tersebut.

Menurut kbbi, keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran; bercita-cita adalah berkeinginan sungguh-sungguh; mencita-citakan adalah menginginkan dengan sungguh-sungguh. Saat usia 20 tahun saya memutuskan untuk tidak mempunyai cita-cita mengenai kerjaan/profesi/karir. Dimana semua mahasiswa tingkat akhir sudah merencanakan nanti akan kerja apa, kerja dimana, kerja di bidang apa, ingin posisi/karir seperti apa, gaji seberapa besar, kerja yang benar-benar aplikasiin ilmu kuliah atau engga, malahan saya semakin abu-abu. Pikiran saya kerja ya kerja, nothing special. Kerja ya buat dapetin penghasilan, kerja ya sebuah tanggung jawab yang ada kompensasinya. Lanjutkan membaca “Kerja dulu atau langsung lanjut kuliah S2?”

Jabatan dalam pohon

IMG_20170924_100750.jpg

Suatu perusahaan/organisasi itu ibarat sebuah pohon. Posisi dan peran tiap jabatan dapat dilihat dari bagian pohon tersebut.

Karyawan biasa bagaikan akar pohon. Akar menopang dan mencari sumber air dan nutrisi untuk pertumbuhan pohon. Dia bergerak semakin dalam dan menjalar kemana-mana untuk mencari makanan pohon. Namun akar sesuai kodratnya akan selalu tertanam dalam tanah dan tidak dapat dengan mudah melihat kondisi sekitarnya. Yang dia tau hanyalah kondisi di bawah. Lanjutkan membaca “Jabatan dalam pohon”

Kompilasi pikiran

Saya menyesali semua yang telah saya pilih dan saya lakukan sebelumnya. Itu yang akan saya katakan apabila saya tidak memahami makna bersyukur. Tidak mengenal dengan yang namanya takdir.

Seringkali manusia dihadapkan dengan pilihan yang terbatas, lingkungan yang terbatas, sumberdaya yang terbatas, yang dia sendiri sebenarnya tidak ingin di situasi tersebut. Andaikan semua tanpa batas, dimanakah tantangannya? Andaikan semua tanpa batas, mungkinkah anda bisa bermimpi?

Seringkali melihat orang lain dapat membuat menjadi lupa dengan diri sendiri. Yang dilihat kesuksesan kemewahan dan kenikmatan yang dimiliki mereka. Akibatnya yang ada dimiliki sekarang menjadi tak bernilai, menjadi terlupakan. Yang ada menyakiti pikiran dan hati sendiri. Lanjutkan membaca “Kompilasi pikiran”

Sekolah Untuk Perempuan

Kalau sekolah ya jangan tinggi-tinggi, nanti susah cari jodohnya.
Sekolah jangan ambil yang susah-susah, nanti lama lulusnya.
Sekolah jangan lama-lama, nanti ketuaan, susah dapat jodoh.
Kerjanya jangan yang terlalu tinggi pangkatnya, nanti susah dapat jodoh.
Dst ga abis-abis kayak sinetron.

Sampai saya mikir, mending saya ga usah sekolah umum dari awal. Mending ikut sekolah pra-nikah langsung aja kalau patokannya ke jodoh. Beres dah ga dikomenin lagi.

Tapi untungnya saya ga ngikutin pikiran bego itu. Dan alhamdulillah, takdir hidup saya pun ternyata semakin baik (menurut saya). Karena apa yang saya lakukan hari ini, manfaatnya adalah untuk saya sendiri, bukan siapapun.

Dan saya masih ga paham, apa hubungan sekolah, jodoh, dan menikah? It’s super funny suggestions. Crappy. Can someone tell me a good answer of them? Oke, anggaplah saya sekarang sok tau. Dan saya bener-bener dah ga ngerti lagi mesti nanggepin ntu saran gimana. Melongo saya kalau di 2017 masih ada yang nyebutin pernyataan begitu.

Baiklah akan saya coba paparkan, dari pandangan saya. Lanjutkan membaca “Sekolah Untuk Perempuan”