Arsip Kategori: Travel

Review Hotel Mariat, Hotel Pertama di Kota Sorong

Bulan lalu saya melakukan perjalanan dinas ke Kota Sorong, Papua Barat. Ini adalah perjalanan dinas pertama saya ke pulau timur Indonesia. Excited tapi deg-degan juga karena sebelumnya sempat terjadi kerusuhan di Papua. Baca lebih lanjut

Review Aston Kuta Hotel & Residence Bali

Perjalanan dinas yang paling menjengkelkan menurut saya adalah perjalanan dinas ke kota yang terkenal tempat wisatanya. Ini adalah kota tempatnya orang berlibur, tetapi mengapa saya harus kesini dalam rangka bekerja? Oh c’mon.

Baca lebih lanjut

Review Hotel Horison Nindya Semarang

Kegiatan rapat bulan lalu membawa saya berkesempatan menginap di Hotel ini. Istilah kata, sambil menyelam minum air, gak saya sia-siakan kesempatan tersebut untuk sekalian dijadikan konten, hahaha. Baca lebih lanjut

Review: HARRIS Hotel & Conventions Gubeng Surabaya

Berhubung saat ini kerjaanku mulai sering keluar kota dan berkesempatan menginap di hotel, aku berniat untuk mereview hotel-hotel yang pernah aku kunjungi. Baca lebih lanjut

One Day Trip Jakarta: Ngebolang di Ragunan + Gowes Sepedaan Gratis di Monas

Jadi ceritanya dua minggu yang lalu aku dan temanku mau jalan-jalan murah di Jakarta. Kriteria tempat yang ingin kita datangi adalah murah dan bisa dijadikan juga objek untuk latihan motret. Akhirnya terlintaslah kebun binatang ragunan.  Dan tentu saja aku senang bisa dapat banyak model dan objek untuk latihan motret aku, apalagi kalau bukan aneka satwa ragunan.

Salah satu targetku untuk blog ini ke depannya adalah memperbanyak postingan tentang one day trip. Selain membagikan momen trip, aku juga ingin memberikan informasi bermanfaat buat teman-teman. Makanya di tulisan ini akan aku tuliskan secara rinci cara aku mencapai lokasi tersebut, waktu tempuh, dan biaya yang dikeluarkan biar teman-teman yang senasib baru mulai merantau di ibukota bisa punya banyak referensi jalan-jalan menarik.

Bagi aku penting buat memprediksi kondisi jalanan apalagi ini di Jakarta bung. Untuk kedua tempat itu aja ternyata kita habis waktu seharian. Sengaja pergi pagi biar pulang sore, tapi ujung-ujungnya pulang malam juga.

Yak kita mulai saja.

20181229_035108_0000.png

***

TIPS FOR NEW DAY-TRIPPER!

Tips jalan-jalan murah di Jakarta yang pertama adalah gunakan transportasi umum untuk tujuan perjalanan jauh. Gunakan aplikasi Trafi Jakarta untuk mendapatkan info halte TransJakarta terdekat dan transportasi umum lainnya (kereta, bus, angkot). Di aplikasi ini kita bisa tau kode busway yang harus dinaiki dan jalur yang akan kita tempuh untuk menuju ke lokasi tujuan.

TrafiJakarta

situs trafi.com

Pukul 9.00 kita janjian bertemu di Terminal Blok M. Pagi itu terminal gak terlalu ramai. Syukurnya ada bus langsung ke ragunan jadi kita gak perlu transit, turunnya juga langsung di depan ragunan. Perjalanan sekitar 45 menit, agak ramai lalu lintas tapi gak macet.

Kebun Binatang Ragunan

Nyampe Cus langsung ke loket. Ternyata masuknya harus pakai e-money bank DKI (JakCard). Jadi di loketnya kita beli JakCard dulu seharga 35rb yang didalamnya ada saldo 20 rb. Nanti kita masuknya tap ke mesin pake kartu itu, satu kartu bisa dipakai banyak orang, asal saldonya mencukupi aja. Ongkos masuknya tiap orangnya cuma 4 rb rupiah saja dan langsung dipotong dari saldo JakCard. Murah meriah ya!

Keren yak sistem masuknya udah beralih ke sistem cashless. Ini juga membuktikan bahwa udah ada sinergi antar instansi di jakarta, memberdayakan bank daerah untuk sistem pembayaran fasilitas umum di Jakarta. Semoga makin banyak juga daerah lain yang mengikuti seperti ini.

Lanjut.

Hari sabtu adalah  hari liburnya sejuta umat dan tentu saja ragunan ramai hari itu. Banyak pengunjung anak-anak beserta ayah ibu yang menemaninya, banyak pengunjung muda-mudi juga tapi ga sebanyak yang bawa keluarga.

Salah satu fasilitas yang menarik di ragunan tersedia penyewaan sepeda! Ada sepeda tandem juga, cocok nih buat pasangan. Pilihan sepeda tandemnya ada yang untuk 2 orang dan 3 orang, anak-anak juga bisa pakai. Sayangnya kita terlambat beberapa menit, sudah habis ludes semua sepeda dipinjam. Bayarnya juga cukup murah kok, cuma 10rb untuk sepeda tunggal dan 15 rb untuk sepeda tandem selama satu jam pertama.

 

IMG_20181209_103604.jpg

Peta kebun binatang ragunan

IMG_1825

“Ayo kawanku, ayo kita pergi, ayo kita kesana, ku yakin kita bisa. Mau kemana kita?”

 

Jadi di ragunan kita ngapain aja?

Makan, lihat-lihat hewan, motret-motret. Diulangi aja terus ketiga hal itu sampai kaki udah gempor buat jalan.

Practice makes perfect.

Bener kali bah ni pepatah! Butuh banyak latihan untuk menghasilkan sesuatu yang hebat. Coba, coba lagi, coba terus.

Awalnya selalu pake kamera mode auto, tapi kok ga puas ya sama hasilnya, kemudian beralihlah ke mode manual. Pas dicoba pertama pusing, ga ngerti dan malah hasil fotonya lebih jelek.  Tapi setelah pemakaian kamera kesekian kalinya, akhirnya tau juga fungsi dan cara memainkan segitiga exposure, aperture, shutter speed, dan iso. YEAHHH!

Nah, ini dia hasil foto momen jalan-jalan ke ragunan dari seorang amatiran.

IMG_1663

“Halo kenalkan, namaku Sita. Lengkapnya…. Sitatunga. Dan aku bukan kancil ya”

IMG_1682

“Bro, tutupi gue ya, gue malu nih banyak yang liat”

IMG_1732

“APA??? TANGGAL 31 GAK LIBUR?!!”

IMG_1746

“Sedih akutuuu, senin mesti masuk kerja”

IMG_1821

“Hoaaam, ini hari libur, lanjut bobok lagi ah”

IMG_1811.JPG

Yaak, tahan posisi, 1…2… *cekrek*

IMG_1838

Di depan kerumunan angsa adalah spot legend buat berfoto

Di setiap depan kandang terdapat papan informasi mengenai satwa, lengkap mulai dari asal-usul sampai status kepunahan. Dibaca ya gaes supaya nambah wawasan.

IMG_1737

“Oh jadi badak jawa itu satu marga dengan…

Kemudian kita juga mampir ke kandang unggas raksasa, sekalian mau ngadem juga dari teriknya matahari.

IMG_1775

IMG_1791

IMG_1783

IMG_1806

IMG_1789

Gimana gimana? Hmmm lumayanlah ya buat pemula.

Nah, salah satu poin yang aku perhatikan kalo jalan-jalan adalah fasilitas masjid/mushollanya. Aku senang di ragunan ini fasilitas masjidnya udah oke, airnya bersih, masjidnya nyaman dan cukup besar muat untuk menampung pengunjung. Penujuk masjidnya udah ada cuman rasanya kurang banyak dan papan panahnya ga tepat.

Hampir kelewatan, ada lagi ni yang menarik.

IMG_1830

Be aware! Kalau nyampah sembarangan di Jakarta ternyata dendanya 500rb loh

After thousands steps, gak disangka kita udah muter-muterin ragunan hampir 4 jam. Pas liat jam tangan udah menunjukkan jam stengah 3 sore aja. Baru deh habis itu ngerasa kaki udah tepar kebanyakan jalan. Tapi perjalanan gak bisa berakhir disini, kita masih ada rencana tempat lain yang mau dikunjungi. Yaudahlah gas aja, biar capeknya sekalian.

Next, naik TJ lagi dari ragunan ke monas sekitar 45 menit lagi.

MONAS!

Habis dari ragunan kita lanjut ke Monas dengan tujuan utama main sepeda! Dah dari udah lama juga sih ini rencananya mau main sepedaan di monas, tapi gagal terus beberapa pekan ini monas dipakai acara.

Di area Monas terdapat 2 jenis tempat peminjaman sepeda. Pertama, langsung ke petugas peminjaman dengan meninggalkan ktp. Kedua, lewat aplikasi GOWES, download dulu aplikasinya di playstore ya.

Nah, kedua tempat peminjaman sepeda ini berbeda pengelola.

Untuk peminjaman sepeda pakai ktp bisa ditemukan di gerbang masuk utama. Sepeda pinjamannya warna orange.

Untuk GOWES, spot-spot peminjaman sepeda bisa dengan ditemukan dekat gerbang masuk utama monas yang dekat patung kuda dan gerbang masuk monas yang dekat stasiun gambir. Tapi petugasnya cuma ada di spot dekat gerbang masuk monas. Sepeda pinjamannya warna kuning ungu. Untuk membuka gembok sepedanya hanya bisa dengan cara scan barcode yang ada di sepeda.

Gowes

Situs gowes.id

IMG_20181209_181531.jpg

Barcode yang terdapat di sepeda discan lewat aplikasi GOWES

Peminjaman sepeda ini GRATISSS! Kudu dimanfaatkan kalau main-main ke monas ya gaes. Dan untung pertama kalinya, kita berhasil mengelilingi monas! Ga capek sama sekali karena tentunya keliling pakai sepeda, sampai-sampai kita mutarin monasnya 2 kali!

 

Bahagia itu sederhana ya, cukup ketika bisa sepedaan sambil ketawa lepas. Ketawa sambil mengingat masa-masa bahagia waku kecil dulu main sepeda bareng teman keliling komplek.

IMG_1863

“Sepeda aja punya pasangan, kamu kapan?”

Short Trip to Jogja: Seberapa Modern Museum Merapi?

Untuk pertama kalinya setelah 4 tahun lalu merencanakan, akhirnya kesampean juga berkunjung ke Jogja. Kota yang melekat dengan sebutan kota pelajar ini, sempat membuat saya penasaran karena siswa di SMA saya berbondong-bondong untuk bisa berkuliah di Jogja. Tapi saya, cukup untuk jadi tempat tujuan wisata saja udah senang.

Bersama dengan 3 teman lainnya, saya berangkat jam 21.15 dari Stasiun Pasar Senen Jakarta ke Jogja dengan kereta api ekonomi mataram premium. Tiba di stasiun lempuyangan sekitar jam 5.30 pagi.

Ini pertama kalinya saya menempuh perjalanan jauh di Pulau jawa ini dengan transportasi kereta api. Keretanya nyaman sih. Karena ngambil yang 4 kursi hadap-hadapan jadi masih ada space depannya yang cukup lapang dibandingkan yang kursinya hadap ke depan semua.

Sekitar jam 6 mobil sewaan udah tiba di stasiun dan tujuan pertama adalah cari sarapan.

Saoto Bathok Mbah Katro

Setelah menempuh perjalanan 12 km atau kurang lebih 25 menit dari stasiun, kami berhasil sampai di soto bathok mbah katro. Lokasi tempatnya agak tersembunyi, sekitarnya areal sawah dan rumah warga. Tempatnya sederhana, terbuat dari bambu, suasana jogja tempo doeloe nya dapat banget. Ramai, banyak wisatawannya. Tempat-tempat yang suasananya alami seperti ini hits di Jogja.

IMG_20181006_074951

Suasana jalan di depan saoto bathok

Penyajiannya unik. Sesuai namanya, soto ini menggunakan batok (tempurung kelapa) sebagai mangkoknya. Harganya murah cuma 5000 ya udah sama nasi. Kalau nasinya dipisah jadi 7000. Porsinya tidak terlalu besar, menyantap 1 porsi rasanya belum kenyang.

Saoto bathok adalah soto daging sapi. Isinya nasi, toge, taburan daun seledri, taburan bawang goreng. Terdapat juga tempe goreng, sate usus, dan sate telur puyuh untuk teman santap soto ini biar makin mantap.

IMG_20181006_071117

Saoto bathok campur nasi

 

Kuah soto bathok ini bening dan tidak berlemak. Rasa kuah sotonya akan lebih mantap kalau dicampur dengan perasan air jeruk nipis, sambal, dan kecap. Agak bingung mendeskripsikan rasa soto ini. Bagi saya yang lidahnya terbiasa dengan makanan padang, rasanya ada bumbu gurih yang hilang dibandingkan rasa soto yang biasanya saya kenal. Rasa soto ini mengingatkan saya akan teman saya yang orang jawa yang penyuka hambar dan pahit. Kalau prediksi saya sih, dia bakalan bilang soto ini maknyus.

img_20181006_070638.jpg

Setelah perut lapar dipadamkan, tujuan selanjutnya adalah Museum Gunungapi Merapi. Lokasinya di Kabupaten Sleman. Jaraknya sekitar 27 km dari pusat kota jogja. Harga tiket masuknya cuma 5000. Buka dari hari selasa sampai minggu jam 08.00 – 15.30. Kalau pergi berombongan, bisa minta didampingin guide dari pengelola museum untuk menjelaskan cerita di museum tersebut.

Museum Gunungapi Merapi

IMG_1257.JPG

Museum Merapi diresmikan pada tahun 2009. Museum ini didirikan bertujuan unuk meningkatkan geowisata bernilai edukasi tentang ilmu kegungapian di D.I.Yogyakarta. Informasi yang disajikan antara lain:
– Informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan, dan gerakan tanah
– Informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi
– Informasi mitigasi bencana gunungapi, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah
– Informasi sumberdaya gunungapi
– Informasi aspek sosial budaya

IMG_1204

Miniatur museum merapi

IMG_1251

Rombongan siswa yang berkunjung ke museum

Museum Merapi itu modern banget. Ga cuma pajang-pajangan atau tulisan-tulisan panjang. Banyak display keren untuk visualisasi nyata agar pengunjung lebih paham.

Museum ini mempunyai 2 lantai utama, yaitu:
Lantai 1 berisi tentang filososi ke gunungapian dan alat peraga kegempaan serta tempat pengumpulan dan pengarsipan benda bernilai yang berkaitan dengan Gunung Merapi dan gunungapi pada umumnya.

Lantai 2 berisi display-display letusan Gunung Merapi, alat peraga tsunami, serta ruang pemutaran film tentang kegunungapian. Untuk nonton film ini, ada tambahan biaya lagi sebesar 10rb.

Museum Merapi ini luas dan banyak hal yang bisa dilihat, dibaca, dimaknai. Penjelasannya lengkap bangeet. Tapi karena saya orangnya lambat kalau baca, akhirnya cuma baca seperlunya, selebihnya jepret-jepret. Hehehe.

IMG_1218

Di ruangan ini menceritakan peristiwa letusan merapi yang terjadi pada tahun 2010. Ada pajangan kondisi rumah yang terkena dampak abu vulkanik dari letusan gunung merapi. Abu ini pastilah sangat panas sampai-sampai bisa merusak rumah, kendaraan, bahkan torent air pun bisa meleleh terkena olehnya.

IMG_1211

IMG_1207

IMG_1209

IMG_1208

Salah satu sudut ruangan di museum, berisi penjelasan tentang beberapa jenis letusan gunung.

IMG_1221

IMG_1219

Lokasi gunungapi di seluruh dunia. Ketika dipencet tombol nama gunungapinya nya, lampu digambar akan menyala

IMG_1223

Beberapa gambar ketika terjadi letusan gunungapi di dunia

IMG_1234

IMG_1236

Komputer dulu yang digunakan untuk pemantauan gunungapi

IMG_1239

IMG_1238

Batu-batu dari lava gunungapi

Beberapa sudut ruangan di lantai 2. Ada alat peraga tsunami dan gempa bumi. Tapi sayang ga ingat buat fotoin.

IMG_1244IMG_1245

Foto-foto kejadian erupsi gununapi merapi yang pernah terjadi. Fotonya kece-kece. Ada foto udara before after kejadian erupsi. Subhanallah.

IMG_1246img_1241.jpg

Selain Museum Merapi, ada banyak lagi museum lain di Jogja. Mulai dari yang menceritakan sejarah-sejarah kota tempo dulu, menyimpan barang-barang antik, bangunan keraton disana dan sampai salah satunya museum moderen seperti ini.

***

Gak Puas Main di Dufan Saat Weekend Karena Kelamaan Ngantri? Begini Caranya!

Balada udah jadi karyawan, waktu liburnya cuma sabtu dan minggu yang dimana orang seantero jabodetabek libur hari itu juga. Ditambah lagi kalo ada promo, dalam hati udah prediksi ini tempat wisata bakalan rame. Baca lebih lanjut

Melihat Excavator Buatan PT Pindad

Dua minggu lalu saya dan rekan-rekan cpns lainnya mendapat kesempatan studi lapangan ke PT Pindad dalam rangka melihat penerapan nilai ANEKA di perusahaan produsen senjata tersebut. Senang banget kalo ngikutin kegiatan-kegiatan seperti ini. Selain bisa jalan-jalan, bisa nambah wawasan juga. Baca lebih lanjut

Serunya Wisata Keliling Bandung dengan Bandros

Jadi ceritanya sudah jauh-jauh hari saya pengen coba naik bandros. Cuman baru kesampeannya sekarang ketika malah udah gak menetap lagi di Bandung. Akhirnya hari minggu yang lalu bisa terealisasi juga naik mobil unik ini.

Baca lebih lanjut

Jalan-Jalan ke The Lodge Maribaya

 

“Masa kita jaga kandang terus nih, jalan-jalan yuk”
“Oke, yuk. Tapi kemana?”
“Hmmm kesini aja yuk, instagramable nih tempatnya, cem korean street gitu”

Ketika makan pagi sambil browsing objek wisata, ide baru pun muncul. Saking exitednya, saya lari-larian di lorong menghampiri kamar linda. Baca lebih lanjut