Hal yang dirindukan dari Kost Pelesiran Bandung

Jakarta bukanlah Bandung yang biasa aku kenal. Ibukota yang lebih 3 kali luasnya daripada bandung ini ternyata tidak lebih mudah ditinggali. Baca lebih lanjut

Bekerja Tanpa Passion, Bisa?

Februari 2018.

Sampai di hari pendaftaran ulang kerja pun aku masih tidak tahu apakah keputusanku ini sudah tepat atau tidak. Jujur aku sangat ragu, tapi juga penasaran. Baca lebih lanjut

Segmen baru: Serba-Serbi Cerita!

Halo semuanya!! Sudah 3 bulan tidak update tulisan di blog ini. Banyak sesuatu penting yang harus dikerjakan untuk masa depan yang lebih baik. Dan sungguh tidak mudah membagi waktu untuk menyambi menulis blog. Hiks. Baca lebih lanjut

Membandingkan Cara Buang Sampah Rumah Tangga di Indonesia dengan Negara Lain

Ketika kamu mau buang sampah dan lihat ada 2 jenis tong sampah, organik dan anorganik, sedangkan sampah kamu adalah plastik bungkus makanan, apa yang akan kamu pilih? Baca lebih lanjut

Pengalaman Naik Berat Badan 7 kg dalam 3 bulan

Waktu kecil, Aku dan abang selalu bagai angka 10. Aku si angka satunya karena selalu kurus dan Abang si angka nolnya karena selalu gemuk. Mungkin masa-masa dimana aku masih disebut berukuran tubuh ideal hanya dari bayi sampai balita. Kenangan yang diingat setelahnya aku selalu dicap bertubuh kurus. Baca lebih lanjut

5 Startup di Bidang Pengelolaan Sampah

Dari ketidaksengajaan menonton seseorang di youtube kemudian memunculkan rasa penasaran sehingga menelusuri rekam jejaknya dan bisnis startup yang digelutinya, lalu berakhir dengan menemukan fakta bahwa startup yang dimilikinya masuk salah satu peserta kompetisi Go Startup Indonesia (GSI). Baca lebih lanjut

100% Berhasil! Ini Cara Mengubah Domain WordPress menjadi .com untuk Pemula

Beberapa waktu yang lalu aku ikut lomba blog untuk menuliskan artikel tentang suatu produk minuman. Ini lomba pertama yang aku ikuti dan aku belum pernah punya pengalaman sama sekali. Beberapa waktu berlalu akhirnya pengumuman keluar juga. Hasilnya? Tentu saja aku tidak menang di percobaan pertama ini. Baca lebih lanjut

One Day Trip Jakarta: Ngebolang di Ragunan + Gowes Sepedaan Gratis di Monas

Jadi ceritanya dua minggu yang lalu aku dan temanku mau jalan-jalan murah di Jakarta. Kriteria tempat yang ingin kita datangi adalah murah dan bisa dijadikan juga objek untuk latihan motret. Akhirnya terlintaslah kebun binatang ragunan.  Dan tentu saja aku senang bisa dapat banyak model dan objek untuk latihan motret aku, apalagi kalau bukan aneka satwa ragunan.

Salah satu targetku untuk blog ini ke depannya adalah memperbanyak postingan tentang one day trip. Selain membagikan momen trip, aku juga ingin memberikan informasi bermanfaat buat teman-teman. Makanya di tulisan ini akan aku tuliskan secara rinci cara aku mencapai lokasi tersebut, waktu tempuh, dan biaya yang dikeluarkan biar teman-teman yang senasib baru mulai merantau di ibukota bisa punya banyak referensi jalan-jalan menarik.

Bagi aku penting buat memprediksi kondisi jalanan apalagi ini di Jakarta bung. Untuk kedua tempat itu aja ternyata kita habis waktu seharian. Sengaja pergi pagi biar pulang sore, tapi ujung-ujungnya pulang malam juga.

Yak kita mulai saja.

20181229_035108_0000.png

***

TIPS FOR NEW DAY-TRIPPER!

Tips jalan-jalan murah di Jakarta yang pertama adalah gunakan transportasi umum untuk tujuan perjalanan jauh. Gunakan aplikasi Trafi Jakarta untuk mendapatkan info halte TransJakarta terdekat dan transportasi umum lainnya (kereta, bus, angkot). Di aplikasi ini kita bisa tau kode busway yang harus dinaiki dan jalur yang akan kita tempuh untuk menuju ke lokasi tujuan.

TrafiJakarta

situs trafi.com

Pukul 9.00 kita janjian bertemu di Terminal Blok M. Pagi itu terminal gak terlalu ramai. Syukurnya ada bus langsung ke ragunan jadi kita gak perlu transit, turunnya juga langsung di depan ragunan. Perjalanan sekitar 45 menit, agak ramai lalu lintas tapi gak macet.

Kebun Binatang Ragunan

Nyampe Cus langsung ke loket. Ternyata masuknya harus pakai e-money bank DKI (JakCard). Jadi di loketnya kita beli JakCard dulu seharga 35rb yang didalamnya ada saldo 20 rb. Nanti kita masuknya tap ke mesin pake kartu itu, satu kartu bisa dipakai banyak orang, asal saldonya mencukupi aja. Ongkos masuknya tiap orangnya cuma 4 rb rupiah saja dan langsung dipotong dari saldo JakCard. Murah meriah ya!

Keren yak sistem masuknya udah beralih ke sistem cashless. Ini juga membuktikan bahwa udah ada sinergi antar instansi di jakarta, memberdayakan bank daerah untuk sistem pembayaran fasilitas umum di Jakarta. Semoga makin banyak juga daerah lain yang mengikuti seperti ini.

Lanjut.

Hari sabtu adalah  hari liburnya sejuta umat dan tentu saja ragunan ramai hari itu. Banyak pengunjung anak-anak beserta ayah ibu yang menemaninya, banyak pengunjung muda-mudi juga tapi ga sebanyak yang bawa keluarga.

Salah satu fasilitas yang menarik di ragunan tersedia penyewaan sepeda! Ada sepeda tandem juga, cocok nih buat pasangan. Pilihan sepeda tandemnya ada yang untuk 2 orang dan 3 orang, anak-anak juga bisa pakai. Sayangnya kita terlambat beberapa menit, sudah habis ludes semua sepeda dipinjam. Bayarnya juga cukup murah kok, cuma 10rb untuk sepeda tunggal dan 15 rb untuk sepeda tandem selama satu jam pertama.

 

IMG_20181209_103604.jpg

Peta kebun binatang ragunan

IMG_1825

“Ayo kawanku, ayo kita pergi, ayo kita kesana, ku yakin kita bisa. Mau kemana kita?”

 

Jadi di ragunan kita ngapain aja?

Makan, lihat-lihat hewan, motret-motret. Diulangi aja terus ketiga hal itu sampai kaki udah gempor buat jalan.

Practice makes perfect.

Bener kali bah ni pepatah! Butuh banyak latihan untuk menghasilkan sesuatu yang hebat. Coba, coba lagi, coba terus.

Awalnya selalu pake kamera mode auto, tapi kok ga puas ya sama hasilnya, kemudian beralihlah ke mode manual. Pas dicoba pertama pusing, ga ngerti dan malah hasil fotonya lebih jelek.  Tapi setelah pemakaian kamera kesekian kalinya, akhirnya tau juga fungsi dan cara memainkan segitiga exposure, aperture, shutter speed, dan iso. YEAHHH!

Nah, ini dia hasil foto momen jalan-jalan ke ragunan dari seorang amatiran.

IMG_1663

“Halo kenalkan, namaku Sita. Lengkapnya…. Sitatunga. Dan aku bukan kancil ya”

IMG_1682

“Bro, tutupi gue ya, gue malu nih banyak yang liat”

IMG_1732

“APA??? TANGGAL 31 GAK LIBUR?!!”

IMG_1746

“Sedih akutuuu, senin mesti masuk kerja”

IMG_1821

“Hoaaam, ini hari libur, lanjut bobok lagi ah”

IMG_1811.JPG

Yaak, tahan posisi, 1…2… *cekrek*

IMG_1838

Di depan kerumunan angsa adalah spot legend buat berfoto

Di setiap depan kandang terdapat papan informasi mengenai satwa, lengkap mulai dari asal-usul sampai status kepunahan. Dibaca ya gaes supaya nambah wawasan.

IMG_1737

“Oh jadi badak jawa itu satu marga dengan…

Kemudian kita juga mampir ke kandang unggas raksasa, sekalian mau ngadem juga dari teriknya matahari.

IMG_1775

IMG_1791

IMG_1783

IMG_1806

IMG_1789

Gimana gimana? Hmmm lumayanlah ya buat pemula.

Nah, salah satu poin yang aku perhatikan kalo jalan-jalan adalah fasilitas masjid/mushollanya. Aku senang di ragunan ini fasilitas masjidnya udah oke, airnya bersih, masjidnya nyaman dan cukup besar muat untuk menampung pengunjung. Penujuk masjidnya udah ada cuman rasanya kurang banyak dan papan panahnya ga tepat.

Hampir kelewatan, ada lagi ni yang menarik.

IMG_1830

Be aware! Kalau nyampah sembarangan di Jakarta ternyata dendanya 500rb loh

After thousands steps, gak disangka kita udah muter-muterin ragunan hampir 4 jam. Pas liat jam tangan udah menunjukkan jam stengah 3 sore aja. Baru deh habis itu ngerasa kaki udah tepar kebanyakan jalan. Tapi perjalanan gak bisa berakhir disini, kita masih ada rencana tempat lain yang mau dikunjungi. Yaudahlah gas aja, biar capeknya sekalian.

Next, naik TJ lagi dari ragunan ke monas sekitar 45 menit lagi.

MONAS!

Habis dari ragunan kita lanjut ke Monas dengan tujuan utama main sepeda! Dah dari udah lama juga sih ini rencananya mau main sepedaan di monas, tapi gagal terus beberapa pekan ini monas dipakai acara.

Di area Monas terdapat 2 jenis tempat peminjaman sepeda. Pertama, langsung ke petugas peminjaman dengan meninggalkan ktp. Kedua, lewat aplikasi GOWES, download dulu aplikasinya di playstore ya.

Nah, kedua tempat peminjaman sepeda ini berbeda pengelola.

Untuk peminjaman sepeda pakai ktp bisa ditemukan di gerbang masuk utama. Sepeda pinjamannya warna orange.

Untuk GOWES, spot-spot peminjaman sepeda bisa dengan ditemukan dekat gerbang masuk utama monas yang dekat patung kuda dan gerbang masuk monas yang dekat stasiun gambir. Tapi petugasnya cuma ada di spot dekat gerbang masuk monas. Sepeda pinjamannya warna kuning ungu. Untuk membuka gembok sepedanya hanya bisa dengan cara scan barcode yang ada di sepeda.

Gowes

Situs gowes.id

IMG_20181209_181531.jpg

Barcode yang terdapat di sepeda discan lewat aplikasi GOWES

Peminjaman sepeda ini GRATISSS! Kudu dimanfaatkan kalau main-main ke monas ya gaes. Dan untung pertama kalinya, kita berhasil mengelilingi monas! Ga capek sama sekali karena tentunya keliling pakai sepeda, sampai-sampai kita mutarin monasnya 2 kali!

 

Bahagia itu sederhana ya, cukup ketika bisa sepedaan sambil ketawa lepas. Ketawa sambil mengingat masa-masa bahagia waku kecil dulu main sepeda bareng teman keliling komplek.

IMG_1863

“Sepeda aja punya pasangan, kamu kapan?”

D-12: Rekomendasi 5 Vitamin dan Herbal untuk Jaga Kesehatan

Beberapa hari yang lalu, saya liat sebuah postingan di instagram yang kurang lebih isinya begini: Baca lebih lanjut

D-11: Satu-satunya barang yang dikoleksi di rumah

Apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar barang koleksi?

Sesuatu yang mahal?
Sesuatu yang unik?
Sesuatu yang antik?

*Sepersekian menit kemudian sadar kalau dirumah gak punya barang koleksi seperti*

Menurut saya barang koleksi tidak harus sesuatu yang seperti itu. Kalau ditelisik lagi, barang koleksi bisa juga diartikan barang yang kita kumpulkan karena dianggap bernilai lebih. Nilai tidak hanya diukur dari materinya tapi juga isinya.

Ini satu-satunya benda yang terlintas di benak saya ketika mendengar kata barang koleksi. Beberapa punya saya dan saudara, tapi sebagian besar punya orangtua. Ini dia benda sederhana yang kita semua miliki:

Buku

Apalagi yang lebih bernilai tinggi dibanding ilmu. Dan buku adalah salah satu sumber ilmu yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ya, hari ini saya mau bercerita tentang kisah buku di rumah.

Ada dua lemari kaca besar di rumah untuk menyimpan buku-buku semua penghuni rumah.

Satu lemari berisi buku-buku sekolah kami dari sekolah dasar sampai SMA. Terakhir tahun lalu saya lihat masih begitu, gak tau kalau sekarang buku sekolahnya nya masih disimpan atau tidak.

Cepatnya berganti kurikulum menyebabkan buku sekolah juga cepat berganti. Pas saya dulu dapatnya kurikulum KBK dan KTSP, pas adik saya udah ganti jadi kurikulum 2013. Bukunya pun beda jauh, buku sekolah saya dulu penuh dengan latihan soal, buku adik saya semua mata pelajaran digabung jadi satu buku.

Semua buku-buku sekolah dari zaman anak pertama dan terakhir masih disimpan rapi di lemari kaca itu. Mau disumbangin ke anak sekolahan sekarang gak kepakai juga, tapi kalau dibuang sayang. Ah dilema.

Kalau ada yang tau tempat menyumbangkan buku di pekanbaru atau saran bukunya diapain (selain dijual ke tukang loak), please kabari ya.

Nah lanjut ke lemari kaca kedua.

Lemari kaca kedua ini berisi buku-buku agama koleksi orang tua.  Dari buku yang setipis buku saku hingga bukut tebal dengan banyak seri-seri seperti kitab bulughul maram. Sudah seperti punya perpustakaan mini saja di rumah.

Saya tidak tau banyak kisah-kisah hadirnya buku ini karena waktu itu saya sudah berkuliah di bandung. Tau-tau pas pulang libur semesteran udah banyak aja buku agama dan setiap saya pulang libur semester buku-buku di lemari kaca ini semakin banyak.

Niat itu ada, pengen coba baca buku-buku agama agar pengetahuan beragama ga sebatas ‘katanya orang dulu’ atau ‘biasanya begini’,  walau judul dan isi bacaan nya terlihat berat. Tapi gengsi dan malas masih gede. Ya mungkin saja suatu hari kesempatan itu ada.

 ***

Makasih udah baca sampai sini, ternyata ga mudah konsisten buat nulis dan mikirin konten. Hiks. Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk dapatkan notifikasi postingan terbaru dari blog ini!