Arsip Tag: #30daysBPNChallenge

Rekomendasi 5 Vitamin dan Herbal untuk Jaga Kesehatan

Beberapa hari yang lalu, saya liat sebuah postingan di instagram yang kurang lebih isinya begini: Baca lebih lanjut

Satu-satunya barang yang dikoleksi di rumah

Apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar barang koleksi?

Sesuatu yang mahal?
Sesuatu yang unik?
Sesuatu yang antik?

*Sepersekian menit kemudian sadar kalau dirumah gak punya barang koleksi seperti*

Menurut saya barang koleksi tidak harus sesuatu yang seperti itu. Kalau ditelisik lagi, barang koleksi bisa juga diartikan barang yang kita kumpulkan karena dianggap bernilai lebih. Nilai tidak hanya diukur dari materinya tapi juga isinya.

Ini satu-satunya benda yang terlintas di benak saya ketika mendengar kata barang koleksi. Beberapa punya saya dan saudara, tapi sebagian besar punya orangtua. Ini dia benda sederhana yang kita semua miliki:

Buku

Apalagi yang lebih bernilai tinggi dibanding ilmu. Dan buku adalah salah satu sumber ilmu yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ya, hari ini saya mau bercerita tentang kisah buku di rumah.

Ada dua lemari kaca besar di rumah untuk menyimpan buku-buku semua penghuni rumah.

Satu lemari berisi buku-buku sekolah kami dari sekolah dasar sampai SMA. Terakhir tahun lalu saya lihat masih begitu, gak tau kalau sekarang buku sekolahnya nya masih disimpan atau tidak.

Cepatnya berganti kurikulum menyebabkan buku sekolah juga cepat berganti. Pas saya dulu dapatnya kurikulum KBK dan KTSP, pas adik saya udah ganti jadi kurikulum 2013. Bukunya pun beda jauh, buku sekolah saya dulu penuh dengan latihan soal, buku adik saya semua mata pelajaran digabung jadi satu buku.

Semua buku-buku sekolah dari zaman anak pertama dan terakhir masih disimpan rapi di lemari kaca itu. Mau disumbangin ke anak sekolahan sekarang gak kepakai juga, tapi kalau dibuang sayang. Ah dilema.

Kalau ada yang tau tempat menyumbangkan buku di pekanbaru atau saran bukunya diapain (selain dijual ke tukang loak), please kabari ya.

Nah lanjut ke lemari kaca kedua.

Lemari kaca kedua ini berisi buku-buku agama koleksi orang tua.  Dari buku yang setipis buku saku hingga bukut tebal dengan banyak seri-seri seperti kitab bulughul maram. Sudah seperti punya perpustakaan mini saja di rumah.

Saya tidak tau banyak kisah-kisah hadirnya buku ini karena waktu itu saya sudah berkuliah di bandung. Tau-tau pas pulang libur semesteran udah banyak aja buku agama dan setiap saya pulang libur semester buku-buku di lemari kaca ini semakin banyak.

Niat itu ada, pengen coba baca buku-buku agama agar pengetahuan beragama ga sebatas ‘katanya orang dulu’ atau ‘biasanya begini’,  walau judul dan isi bacaan nya terlihat berat. Tapi gengsi dan malas masih gede. Ya mungkin saja suatu hari kesempatan itu ada.

 ***

Makasih udah baca sampai sini, ternyata ga mudah konsisten buat nulis dan mikirin konten. Hiks. Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk dapatkan notifikasi postingan terbaru dari blog ini!

Nostalgia 5 Film/Drama Keren Berkesan Dari Jepang, Korea, dan Barat

Sudah lama rasanya tidak membaca buku yang ringan. Terakhir punya novel-novel remaja teenlit itu saat SMA. Masih ingat dulu kalo udah punya buku baru rasanya pengen dilahap habis dalam satu hari. Tapi sekarang mulai pilih-pilih ingin bacaan yang ada ‘isinya’. Tapi mata gak bisa bohong, baru baca-baca berapa halaman sudah mengantuk. Akhirnya dalam satu bulan ini belum ada buku baru yang selesai dibaca. Baca lebih lanjut

Surat Untuk Ika

Halo, aku Ika,
Dirimu dari masa depan

Apa kabar hari ini?
Menyenangkan atau melelahkan,
Terimakasih telah bersabar sampai hari ini
Terimakasih telah membuat aku ada di masa depan

Wahai diriku,
Aku ingin menyampaikan kabar gembira padamu
Karena kau telah berhasil melawan musuh terberatmu,
dirimu sendiri

Untuk sunyi dan keterasingan yang kau pertahankan demi imanmu
Untuk waktu bersama keluarga yang selalu kau usahakan
Untuk jalan mudah yang kau tukar dengan jalan terjal mendaki
Untuk setiap keringat yang kau cucurkan tanpa keluh
Untuk setiap kehangatan yang kau bagi dengan yang lainnya

Perjuangmu tak sia-sia
Harapanmu akan segera datang padamu
Bersabarlah, bertahanlah

Tak usah kau risaukan masa depan
Aku disini akan berjuang sebagaimana engkau berjuang hari ini

Semoga jalan yang aku dan kau tempuh hari ini,
diridhoi Allah yang Maha Kuasa

Terimakasih telah memilih aku menjadi masa depanmu

 

 

***

Saat duduk sendiri sambil merenung, memutar memori lama, sering kali kita terbersit penyesalan di masa lalu?

“Coba kalau saya memilih A, hidup saya mungkin lebih mudah!”

Berandai-andai.

Berandai-andai sesuatu yang tak pasti. Berandai-andai tentang masa lalu adalah sesuatu yang mubazir.

Cerita masa lalu tak masalah. Ia adalah suatu bagian dari proses pembelajaran. Yang menjadi masalah adalah ketika cerita tersebut menjadi keluh.

Saya tak menyalahkan tentang mengeluh. Tapi sering kali mengeluh itu membuat ruang hati untuk bersyukur itu tertutup. Gelap.

Sejak hari itu, dimana saya menyadari ruang hati menjadi gelap karena ruang keluh yang tanpa saya sadari semakin penuh, saya tutup ruang itu rapat-rapat. Digembok dengan baja.

Membuka pintu ruang syukur, tidaklah mudah. Berat. Tapi percayalah berat itu hanya sementara. Perlahan gelap itu akan tergantikan. Ruang hatimu akan terang, dipenuhi oleh cahaya yang semakin banyak. Hidupmu menjadi mudah karena banyak cahaya yang menuntunmu.

Percayalah, bersabarlah.

Mungkin kamu sering mengucapkan kata terima kasih, kepada orang yang menolongmu, yang mengantarmu, yang membantumu.

Tapi tidak jarang pula lupa mendoakan dirimu yang baik-baik, lupa berterimakasih ke dirimu yang lalu, lupa berbaik sangka kepada dirimu di masa depan. Sempatkanlah untuk berterimakasih pada dirumu karena dia yang mengajarimu apa itu berjuang, bersabar, dan bersyukur mendapat harapanmu yang tak disangka-sangka.

 

 

5 Beban Hidup yang Selalu Dibawa Engineer Kantoran

5 dari 7 hari dalam seminggu, 30 – 40 menit habis dipakai buat rutinitas pulang pergi kantor. Selama total waktu 2400 detik tersebut diharuskan jalan kaki di jalan menanjak dan naik turun tangga sambil membawa beban berat dipundak. Oleh karena itu semua beban itu harus disimpan dengan hati-hati dalam tempat yang aman dan nyaman dalam sebuah benda yang terbuat dari kain dan mempunyai dua buah tangan. Apalagi kalau tidak lain dan tidak bukan tas ransel.

AHAI.

Katanya isi tas bisa mencerminkan kepribadian pemiliknya. Jangan kaget ya, harap tahan rasa penasarannya. Jadi inilah isi tas seorang engineer kantoran atau lebih pasnya tas seorang junior engineer kantoran (?) Nah langsung saja ini dia beban hidup seberat 3 kg yang mesti disandang hampir setiap hari.

1. Laptop

Ini adalah benda keramat yang tidak boleh tertinggal. Laptop tanpa printilannya, charger dan mouse, tiada artinya. Selain cuman jadi beban hidup, juga jadi beban hati, sia-sia. Nasib jadi pegawai baru yang belum jelas penempatannya sehingga belum punya meja dan komputer kerja sendiri di kantor.

2. Tumblr / Botol Minum

Yes, sekarang mulai rutin bawa botol minum sendiri. Selain biar keren jadi green lifestyle agent, dibalik itu sebenarnya biar hemat gak beli minuman kalo makan diluar. Nih lagian, banyak kegiatan sekarang souvenirnya tumblr. Gak ada alasan lagi ga punya botol minum sendiri.

3. Dompet

Ini dompet antara perlu dan gak perlu, isinya cuma recehan. Seperti generasi millenial lainnya, kini udah malas sedia duit cash banyak-banyak di dompet. Aktivitas penting seperti makan dan transport udah tinggal lewat hp doang yekan. Fungsi dompet yang membuatnya tetap digunakan sampai hari ini ialah untuk nyimpan kartu-kartu.

4. Power bank + Charger

Sekarang zamannya my phone my life. Ya ada benarnya juga itu. Apa-apa keperluannya tinggal lewat smartphone. Pesan ojek, pesan makan, belanja semuanya bisa lewat benda  persegi kecil itu. Tapi sedihnya hp saya udah memasuki zaman old, baterainya cepat drop dan harus dikasih makan 2 kali sehari.

5. Tissue

Karena saya ini anaknya gampang ingusan kalo pagi, tapi siang udah sehat lagi. Heran juga kenapa sakit ini cuman munculnya pagi hari. Ada yang tau gak apakah ada jenis alergi sama udara pagi?

Selain itu, sedia tissue juga setiap ke toilet umum terutama kalau jenis toiletnya duduk.  Kalau pernah baca tentang etika menggunakan toilet umum, ada etika untuk tidak membiarkan dudukan toilet basah setelah digunakan agar pengguna selanjutnya tidak terganggu. Sebelum dan sesudah digunakan dilap dulu dudukannya dengan tissu. Kebersihan bersama harus kita jaga, betul? Ngaku siapa yang baru tau ini? Hahaha

***

Ya saya tau, kalian pasti bertanya-tanya kenapa ini isi tas sepi banget. Apa benar ini isinya tas anak gadis. Gak ada bawa gincu, lipstik atau apalah.

Oke saya jawab, Saya emang gak ada bawa yang seperti itu. Hey! (hey tayo hey tayo, eh malah nanyi), bagi saya tidak ada alasan penting untuk membawanya. I dont need make up to cover my face because i love myself, kayak katanya kirana.

Senangnya jadi pegawai negeri itu ternyata kerja gak harus dandan, gak ada yang komplain soal penampilan, yang penting sopan dan rapi. Sebuah bentuk kebebasan yang harus disyukuri kan.

5 Tempat Makan Favorit Dekat ITB

Menjadi mahasiswa adalah tahapan hidup yang singkat namun memberi banyak arti hidup. Melatih diri untuk selalu militan dalam aktivitas apapun. Pun juga dalam urusan perut, tak boleh lengah soal  mencari diskon makanan enak tapi tetap cocok di kantong. Hidup jiwa mahasiswa!

Ngomong-ngomong soal tema kali ini, referensi saya soal restoran jujur ga banyak. Kalau di rumah pekanbaru saya jarang makan diluar. Selalu makan di rumah masakan ibu. Kalaupun beli, seringnya bawa pulang tetap makan di rumah.

Nah, pengetahuan soal tempat makan mulai berkembang ketika kuliah. Tapi itu juga masih yang berada di seputaran kampus. Tapi jangan salah, mencari tempat makan terbanya dengan rasa oke dan harga bersahabat yang terbaik adalah di area sekitar kampus. Setujuu kan?

Selama kuliah, ada 5 tempat makan favorit saya. Lokasinya gak jauh dari kampus ITB ganesha. Nah, langsung saja ini dia.

1. Heidami Ramen

0039biad90a0e65080ee1fpx

Sumber: id.openrice.com

Kedai ramen satu ini berlokasi di pertokoan jalan tamansari lebih dekat ke unisba. Kedai ramen ini emang sederhana banget. Tempatnya berada di lantai 2, dibawahnya ada sejenis bengkel, makanya ga terlalu keliatan kalau pertama kali lewat.

Walau kec, tempatnya nyaman lesehan dan cocok buat mahasiswa karena disediakan colokan yang cukup banyak dan juga wifi. Setiap harinya ada diskon berbeda-beda. Kalau kamis ada diskon khusus buat pembeli perempuan. Kalau hari lain ada diskon sushi. Pokoknya macam-macam lah.

picture-1521084551

Sumber: pergikuliner.com

Ramen disini favorit saya banget. Rasanya uwenak pas cocok di lidah. Saran saya beli yang the best seller heidami special, haranya hanya 15 k saja. Sushinya juga mesti coba,  uwenak, banyak variasi dan gak pelit kasih isi. Jauh-jauh lebih sushi dibanding sushi isi timun doang yang pernah zonk dibeli di foodcourt mall.
#traumamakansushitimundoang

2. Ganbatte Suki

1476350675-690x450-m

Sumber: qraved.com

Makan ala jepang favorit selanjutnya adalah suki! Kedai suki ini berada di jalan teuku umar seberang masjid UNPAD. Disini pengunjung bisa bebas memilih berbagai jenis suki sesuai seleranya. Warning dari saya, kendalikan diri biar ga tergoda karena harga per itemnya hanya 2000/3000 saja. Ada dua jenis kuah suki yang disediakan, tomyam dan original. Saran saya, pilih yang tomyam lebih mantab.

Uniknya disini kita ngambil sendiri lalu masak sendiri. Kompor dan periuk untuk merebusnya udah disediain. Udah mirip kayak direstoran-restoran lah ya?

3. Ayam Geprek Bebas

picture-14862660711

Sumber: pergikuliner.com

Sejauh ini, ini adalah ayam geprek terenak yang pernah dimakan. Lokasinya berada di Jalan Teuku Angkasa No.29. Sekitarnya itu area perumahan. Yang beli disini selalu ramai, baik online maupun offline. Tempatnya luas dan parkirannya lapang.

Penasaran sama bumbu ayam geprek bebas ini, bumbunya meresap sampai ke dalam dan rasanya pas sama di lidah. Bisa request level kepedasan dari 1-100, tapi saya pesannya level 0 karena tau bakalan masih kerasa bumbu-bumbu pedasnya bekas geprekan sebelumnya. Yang terpenting juga porsi buanyak tapi harganya murah gan hanya 14k saja. Dua jempol buat ayam geprek bebas!

4. Kantin Sahati

picture-1472539252

Nasi siram cumi (Sumber: pergikuliner.com)

Kantin Sahati berlokasi di Jalan Kebon Bibit Barat No.47, Tamansari. Kantin ini deket banget dari kosan saya yang lama di Jalan Pelesiran. Menunya beraneka ragam mulai dari berbagai jenis nasi goreng, menu eropa, nasi siram, seafood dan lain-lain. Kalau kesini tuh sering beli nasi chicken katsu, porsinya banyak rasanya pas.

Tempatnya strategis, bersih, dan nyaman. Kalau pulang dari ciwalk ke kosan ngelewatin kantin ini. Malah seringnya biar ga makan di mall, sengaja makannya di kantin sahati aja. Salah satu fasilitas terbaiknya juga adalah buat yang tinggal di pelesiran dan sekitarnya, bisa minta diantarin makanannya, ga ada biaya tambahan. Cucok kan nih buat mahasiswa-mahasiswa yang mager keluar kosan?

5. Hokben

The last one is fastfood favorit dari segi rasa dan kecepatan pelayanan. Alasan pertama karena doyan sama egg rollnya. Alasan kedua, kalau pesan gofood/grabfood selalu cepat sampainya. Ya iyalah kan makannya tinggal dibungkus. Tapi ini sih pilihan terbaik kalo lagi lapar banget dan udah ga sanggup nunggu kelamaan datang makanan.

8c039-hoka-hemat-3

Sumber: www.hokben.co.id

Menu favorit kalau makan ditempat, of course, value set yang termurah. Tapi ini udah lengkap ada kuah tofu dan ocha. Kalau untuk di gofood pilihnya yang hoka hemat 3. Mirip isi gorengannya kayak yang value set, cuman gak pake minum.

Seporsi dapat 4 buah gorengan. Entah kenapa selalu ketagihan sama gorengannya yang jenis egg chicken rollnya. Uwenaak, lembut dikunyah, apalagi makannya dicampur mayo dan saus, mantap ini!

***

Yah begitulah makanan favorit zaman mahasiswa dulu. Ga muluk-muluk yang penting porsinya banyak, rasa enak, harga murah. Duh jadi kangen masa-masa nge-ramen bareng teman sehabis ujian…

Kata Dia, Ika Itu Orangnya Seperti Ini

Hai semua. Kali ini saya mau ceritain seorang jiwa yang diberi nama ika. Kata teman yang telah kenal dengannya selama 10 tahun, struktur isi otaknya berbeda dari biasanya teman perempuan yang dia temui. Tapi sebenarnya, temannya yang itu dan teman-temannya yang lain juga gak tau kalau ternyata si ika ini punya fakta unik lainnya.

Kami bayangan dari jiwa ini yang juga bertindak sebagai tim pencari berita eksklusif, berhasil menemukan fakta yang jarang orang ketahui itu. Simak beritanya dibawah ini gan.

1. Dalam sehari bisa ratusan kali menguap

Lagi duduk nguap, lagi kuliah gak ngerti materi nguap, lagi solat juga sering nguap tiap rakaat, lagi ngetik gini sambil mikirin bahan tulisan juga nguap, lagi dengerin orang ngomong juga, dan parahnya lagi saat dijemur latihan pbb masih bisa-bisanya menguap. Gak habis pikir lagi. Satu-satunya aktivitas yang buat dia tidak menguap hanyalah ketika aktivitas tersebut memeras otak.

Selain kurang tidur, kira-kira apalagi yah yang menyebabkan orang sering menguap?

2. Suka nonton debat politik sejak SMA

Berat gak tuh tontonannya? Atau biasa aja? Percaya atau tidak percaya, sejak sma dulu dia suka nonton acara-acara debat politik. Debat netizen di kolom komentar aja dibacanya sama dia. Seru aja dengerin debat, perhatiin mana yang ada isinya, mana yang realistis, mana yang banyak bumbu-bumbu.

Syukurnya dia gak suka debat, cuma jadi pengamat aja. Gak suka banyak ngomong, lebih suka langsung melakukan tindakan. Dia selalu berharap semoga orang-orang yang dianugrahi kemampuan publik speaking dan punya kemampuan untuk mempengaruhi orang makin banyak yang jujur dan no tipu-tipu rakyat jelata lagi.

3. Cuek tapi peduli kayak karakter di drama korea

Oke ini emang berlebihan judulnya. Tapi emang condong ke tipe-tipe cuek gitu sih kata orang. Sampai sekarang masih gak ngerti juga yang dimaksudkan peduli, dipikiran orang-orang lain itu seperti apa. Soalnya kadang dipikiran dia tuh menganggap hal itu sebagai hal yang biasa atau bahkan tidak seharusnya berlebihan peduli.

Kalau kata dia mah, cueklah kamu pada tempatnya. Cuek sama omongan orang yang dia rasa gak ada manfaatnya buat dia. Cuek sama tindakan/aktivitas yang tidak tau kenapa harus dilakukan dan tujuannya apa. Prinsip hidupnya kalau gak bermanfaat atau menguntungkan untuk dia, hanya dengarkan saja dan lupakan. Kejadian hari ini dipikirkan hari ini. Kejadian nanti, setahun lagi, sepuluh tahun lagi, nanti aja dipusingkannya.

Dibalik sifat diam dan kadang membuat orang-orang bingung, sebenarnya dia serius mau belajar jadi orang yang tulus peduli pada hal-hal yang patut dipedulikan.

4. Sering salah paham dikira jutek

Pernah dengar istilah kasam gak? Nah itu, entah kenapa kalau diam/serius ngerjain sesuatu wajahnya selalu terlihat kasam di mata orang lain. Gara-gara ini orang selalu salah paham sama dia. Padahal biasa aja, tapi selalu dikira jutek. Satu lagi, kalau disuruh foto, dia cuma bisa berekspresi senyum dan sedih. Oh ya dan jutek. No foto-foto kiyuut-kiyuut.

Sedih gan kalo dibilang disuruh kontrol wajah jangan jutek, dah ciptaannya begini adanya. Ada yang samaan seperti ini juga gak?

5. Si anak tengah bertubuh lebih kecil yang tertukar dengan adiknya

Apa benar anak kedua di antara tiga bersaudara nasibnya emang berbadan lebih kecil? Apakah karena anak tengah posisinya terjepit di antara dua saudara sehingga gizi yang didapatnya berkurang? Entahlah ini hanya dugaan asal-asalan yang tak bisa dipertanggungjawabkan tapi kadang ada nemu juga orang yang beneran yang samaan kayak gini.

Walau berjarak umur cukup jauh dengan adik yang masih smp tapi kini udah sama tinggi dan mungkin sebentar lagi dikalahkan tingginya. Nasib jadi dikira bocah kembar dan jadi kakak yang tertukar dengan adik.

***

Masih tulisan ke-enam tapi dah mulai lelah hayati. Moga-moga gak bosan karena sebulan ini tulisan seputar ika dan dunianya.

**Kalau suka sama konten-konten di blog ini, klik subscribe dong biar kamu ga ketinggalan tulisan-tulisan baru yang update tiap minggu**

 

Menghina Di Medsos Bisa Dipidana 4 Tahun – Etika Bermedia Sosial dalam UU ITE

Tadi pagi saya nonton berita bahwa seorang selebriti dituntut 2 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian dalam vlognya yang diunggah ke Instagram.

Beberapa hari yang lalu, saya baca berita di instagramnya tirto.id, ada seorang guru korban pelecehan seksual tapi malah dipenjara karena dituduh menyebarkan rekaman bukti pelecehan kepala sekolahnya. Baca lebih lanjut

Manfaat Bergabung di Blogger Perempuan

Awal tau blogger perempuan itu ketika mulai sering berselancar ke beberapa blog ubuat cari review-review sesuatu. Kemudian ngeh sesuatu, kok samaan ya ada logo pink di kolom kanan blognya. Terus mampir ke blog-blog lain juga yang cukup banyak kontennya, eh ada juga si logo pink ini!

Akhirnya rasa penasaran ini membawa saya ke sebuah fakta bahwa blogger perempuan itu adalah sebuah komunitas. Tanpa berpikir panjang, langsung isi form pendaftaran, dan kirim segera. Hari itu juga saya belajar dan tau caranya pasang banner blog. Setelah beberapa hari kemudian, email diterima sebagai anggota pun diterima.

Jadi kalau ditanya kenapa tertarik bergabung dengan komunitas blogger perempuan? Jawabannya sederhana, karena blog kece yang pernah saya kunjungi semuanya gabung komunitas ini!

Baru deh setelahnya saya mengulik lebih dalam apa-apa saja yang ada dalam website blogger perempuan.

Dengan bergabung ke komunitas blogger perempuan, ada banyak manfaat yang saya dan kamu bisa dapatkan. Apa sajakah itu?

1. Ada tips-tips buat blogger pemula

Komunitas ini rutin memberikan postingan tentang kiat-kiat untuk blogger pemula. Dari sana juga lah saya tau istilah-istilah dalam dunia per-bloggeran. Kalau kamu mau tau detailnya, saya sarankan ngulik websitenya deh, banyak ilmu yang didapat.

2. Anggota bisa bebas sharing tulisannya

Di Blogger Perempuan, semua anggota juga bisa sharing tulisannya di website, facebook page, dan instagram blogger perempuan. Di facebook page tiap harinya ada tema-tema tertentu, kamu bisa sharing tulisanmu yang sesuai tema di kolom komentarnya. Yang lebih menariknya lagi di IG, tiap hari minggu 10 terbaik mendapat kesempatan dipromosikan di IG story blogger perempuan.

3.Network dan blogwalking

Melalui komunitas ini, saya jadi tau ternyata blogger di Indonesia ini banyak banget. Kita sesama blogger bisa saling kenal, blogwalking, dan belajar satu sama lain.

Dengan sering blogwalking, saja jadi tahu blog-blog kece nan niat abiss. Kalau dibandingan sama blog ini mah masih kalah jauh. Karena ini juga saya jadi termotivasi buat konsisten mengembangkan blog ini. Belajar tampilan blog yang ciamik. Belajar tulisan yang mengalir dan enak dibaca itu seperti apa.

4. Dapat info lomba blog

Percayalah, sumber terbaik untuk mendapat informasi lomba-lomba blog adalah dari komunitas. Kamu nantinya juga bisa belajar dari blog-blog yang sering menangin lomba. Sejauh pengamatan saya, salah satu langkah pertama kalau mau besar peluang menang lomba, blog harus menggunakan top level domain gitu.

***

Itulah empat manfaat yang saya dapatkan sejak bergabung dengan blogger perempuan. Kalau kamu seorang blogger perempuan juga? Tunggu apalagi, cuss langsung aja daftar sekarang! Ga bakal rugi deh, yang ada bakal ngerasa nyesal kenapa ga dari dulu ya daftarnya.

Cerita Dibalik Nama Blog Ini

Another day, another story.
Another platform, another new born blog.

Awal memulai ngeblog di wordpress, nama blog ini artikaika.wordpress.com. Yes, kebalikan nama. Tapi pas domain blog ini diupgrade jadi TLD, saya ubah lagi jadi seperti yang sekarang.

Langsung saja, inilah 4 alasan kenapa ga mau pusing-pusing pikiran nama alias dan memilih pakai nama asli sebagai nama blog.

1. Isinya kebanyakan bertema personal

Seperti saya ceritakan pada postingan sebelumnya. Tulisan saya gak fokus hanya pada satu tema tulisan saja. Cerita di blog ini pun berganti seiring dengan perubahan kehidupan saya. Yang darinya dulu cerita kuliah, sekarang cerita kerjaan.

Jadi saya rasa lebih cocok kalau pakai nama sendiri saja biar tetap bisa ngikutin perkembangan hidup ini. Betul?

2. Self branding

Hasil penelusuran google menunjukkan bahwa nama ika artika cukup banyak juga dimiliki orang lain. Nama ini ga yang rumit, langka, ataupun susah diingat gitu kan. Ada cerita super pendek dibalik nama yang diberikan oleh mama saya ini. Jadi ceritanya, alasan dibalik pemilihan nama dua kata ini adalah… karena suka aja. Udah gitu. Titik.

Selain itu, ada misi self branding juga dibaliknya. Saya juga beri tagline diary of environmental engineer pada blog ini supaya dikenal sebagai ika yang lulusan teknik lingkungan yang suka nge-blog hal tentang kerjaannya dan opini terkait itu juga didalamnya. Hehehe.

3. Biar selaras dengan nama akun medsos

Setelah saya amati, ada pentingnya juga menyeragamkan nama semua akun sosmed agar lebih mudah dikenali dan ditemukan mesin pencari. Apalagi pemakaian ig lagi tinggi-tingginya sekarang ini kan. Awal bikin ig udah kasih nama ikaartika duluan. Jadi, ya yg nama blog mengalah menyesuaikan.

4. Lebih bertanggung jawab dalam menulis

Kalo pakai nama sendiri tuh kesannya lebih kredibel tulisannya. Lebih dapat dipercaya. Dengan memakai nama sendiri pun juga jadi lebih hati-hati dalam post sesuatu. Jadi ada tanggung jawab moral di dalamnya. Jadi ga bisa asal-asalan nulisnya. Hanya posting sesuatu yang telah diyakini dan dicek kebenarannya.

***
Itu dia alasan sederhana dibalik pemakaian nama blog ini. Mau ninggalin komen atau saran terhadap blog ini? Boleh banget!

Kalau kalian rasa blog ini bermanfaat, dukung terus penulis ya dengan share dan subscribe blog ini. Terimakasih!