Arsip Tag: puisi

Sebatang pohon

Sebatang pohon…
Hanya kokok ayam jadi kawannya
Hanya matahari jadi energinya
Hanya miliki setetes air jadi harapannya

Sebatang pohon…
Telah hidup berkawan sepi
Telah lama hidup di bawah awan kelabu
Helai demi helai berjatuhan
Hingga daun terakhir yang tersisa
Bertahan dalam kekeringan

Dia tidak akan menangis
Karena dia tahu,
Air matanya tak kan keluar
Sia-sia…
Yang hanya bisa dilakukannya hanya
berdiam diri sebelum mati

Dipost kembali setelah yang pertama pada 24 januari 2013.

Ketika Senja Aku Pulang

Ini puisi yang saya tulis 3 tahun yang lalu saat masih jadi maba. Dan sekarang saya sudah di tingkat akhir! Benar-benar tak terasa! Here we go, saya repost ulang puisinya disini. Part terakhirnya ditambahin teman.

Ketika senja aku pulang
Semilir angin mengelus wajahku
Jejak langkah-langkah menjadi walkman kecilku
Daun-daun kering menghujani ubun-ubunku
Warna warni pelangi menyala di kornea mataku

Ketika senja aku pulang
Suara sayup-sayup sang gajah berbisik kepadaku
Supaya aku kembali esok hari lagi,
hingga nanti aku benar-benar pantas untuk pulang

Ketika senja aku pulang
Seharian bersama gajah,
lelah rasanya, tapi akan kulalui bersama gajah
Agar nanti, ketika senja aku pulang
aku pulang dengan kebanggaan