Hidup Penuh Aturan

Kadang jadi perempuan itu tak enak Sempat ku berpikir seperti itu Tak bisa pergi kesana kemari dengan leluasa Tak cukup punya keberanian untuk melakukan semua yang diinginkannya Jangan jadi ayam putih Harus bisa masak Jangan suka melala Harus pandai basa basi sopan santun Pandai-pandai bersikap sama orang Ini itu dan segala macamnya Begitulah nasihat ibu Memang, manusia punya kodratnya masing-masing Laki-laki dan perempuan berbeda didikannya … Lanjutkan membaca Hidup Penuh Aturan

Sebatang pohon

Sebatang pohon… Hanya kokok ayam jadi kawannya Hanya matahari jadi energinya Hanya miliki setetes air jadi harapannya Sebatang pohon… Telah hidup berkawan sepi Telah lama hidup di bawah awan kelabu Helai demi helai berjatuhan Hingga daun terakhir yang tersisa Bertahan dalam kekeringan Dia tidak akan menangis Karena dia tahu, Air matanya tak kan keluar Sia-sia… Yang hanya bisa dilakukannya hanya berdiam diri sebelum mati Dipost … Lanjutkan membaca Sebatang pohon

Ketika Senja Aku Pulang

Ini puisi yang saya tulis 3 tahun yang lalu saat masih jadi maba. Dan sekarang saya sudah di tingkat akhir! Benar-benar tak terasa! Here we go, saya repost ulang puisinya disini. Part terakhirnya ditambahin teman. Ketika senja aku pulang Semilir angin mengelus wajahku Jejak langkah-langkah menjadi walkman kecilku Daun-daun kering menghujani ubun-ubunku Warna warni pelangi menyala di kornea mataku Ketika senja aku pulang Suara sayup-sayup … Lanjutkan membaca Ketika Senja Aku Pulang